Laporan dari Muktamar Ke-34 NU di Lampung

Jokowi Puji KIai Jatim, Akankah KH Marzuki Mustamar Didukung Istana?

Dec 23, 2021 13:06
KH Marzuki Mustamar saat ditemui wartawan JatimTIMES di rumah singgah di Lampung. (Anggara Sudiongko/Malang)
KH Marzuki Mustamar saat ditemui wartawan JatimTIMES di rumah singgah di Lampung. (Anggara Sudiongko/Malang)

JATIMTIMES - Pembukaan Muktamar Ke 34 NU di Lampung dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang  juga didampingi  Wakil Presiden Ma'aruf Amin (22/2/2021). Dalam sambutannya, Joko Widodo sempat memberikan pujian terhadap para ulama atau kiai Jawa Timur. 

Jokowi menilai para kiai Jawa Timur punya banyak kontribusi atas kesuksesan capaian program vaksinasi. Para kiai di Jatim  berperan serta dalam mengajak masyarakat untuk melakukan vaksin. 

"Atas nama pemerintah dan negara, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada NU yang telah membantu pemerintah dengan mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong melakukan vaksinasi. Saya rasakan betul betapa ajakan para kiai dan ulama betul berdampak pada keinginan masyarakat untuk ikut vaksinasi," ungkap Jokowi.

Lebih lanjut dijelaskan Jokowi, awal kemunculan vaksin AstraZeneca, banyak yang enggan untuk menerima vaksin tersebut. Padahal saat itu, AstraZeneca  menjadi vaksin yang stoknya  begitu banyak.

Namun berkat para ulama dan kiai di Jatim yang berpartisipasi mengajak masyarakat untuk divaksin AstraZeneca, vaksin tersebut  bisa diterima secara bertahap di daerah lain.

"Begitu ada telepon kiai dari Jatim, ‘Pak Presiden, silakan vaksin semuanya dikirim ke Jawa Timur’, besoknya saya kirim ke Jatim. Para kiai berkumpul dan mau menerima vaksin," beber Jokowi.

Apakah pujian Jokowi kepada ulama dan kiai Jatim merupakan sinyal positif dukungan terhadap Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar? Menanggapi hal tersebut, KH Marzuki merespons dengan santai. 

"Itu bukan urusan saya," jawab sosok kiai sederhana tersebut saat ditemui di ruang singgah di Lampung  (23/12/2021). 

KH Marzuki mendapat banyak dukungan untuk maju menjadi ketua umum PBNU. Dia dinilai layak menjadi calon alternatif di tengah persaingan antara KH Said Agil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf.

Topik
Presiden Joko WidodoMuktamar NUpenyelamatan dramatisKH Marzuki Mustamar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru