BAB di Sungai, Nenek di Sumawe Hanyut Belum Ditemukan, Polisi Minta Bantuan Basarnas

Dec 22, 2021 19:12
Proses pemaparan Polsek Sumawe untuk melanjutkan pencarian korban hilang karena hanyut (foto: istimewa)
Proses pemaparan Polsek Sumawe untuk melanjutkan pencarian korban hilang karena hanyut (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Hilangnya Sih Mianti (80) Warga Dusun Rowoterate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang membuat Polsek Sumbermanjing Wetan (Sumawe) kerepotan untuk mencarinya. Bahkan saat ini pihaknya akan meminta bantuan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas).

Kapolsek Sumawe Iptu Mashudianto mengatakan, pencarian Sih Mianti yang hilang karena diduga kuat hanyut di aliran sungai Pengaluran terus dilakukan. Karena pihaknya kesulitan untuk menemukan, maka penambahan pasukan dilakukan dengan meminta bantuan Basarnas.

“Karena masih belum ada tanda-tanda (ditemukan) kami meminta bantuan Basarnas untuk lakukan pencarian pada korban,” terang Mashudianto, Rabu (22/12/2021).

Permintaan bantuan kepada Basarnas itu dilakukan karena 2x24 jam korban masih belum juga ditemukan. Sehingga perlu adanya penambahan personel pada petugas pencarian agar cepat ditemukan.

Bahkan pihak polsek juga mengimbau pada nelayan saat melaut, jika melihat ada mayat yang mengapung untuk secepatnya melaporkan pada petugas. Karena menurutnya, bisa saja dimungkinkan jasad korban sudah berada di laut karena posisi hilangnya korban tidak jauh dari muara sungai Pengaluran.

“Apalagi kemarin sore sungainya mengalami banjir karena curah hujan tinggi. Sehingga proses pencarian dihentikan dan dilanjutkan pagi ini,” kata Mashudianto.

Pihaknya pun saat ini berharap jasad dari Sih Mianti dapat segera ditemukan. Sehingga keluarga yang menantikan proses pencarian tidak lagi cemas.

“Karena kalau mendasar pada aturan pencarian akan dilakukan selama 7 hari. Tetapi siapa tahu belum sampai batas tersebut sudah dapat ditemukan,” imbuh Mashudianto.

Secara terpisah, Camat Sumawe Agus Nuraji mengutarakan, sebetulnya pihak keluarga selalu memperingatkan pada korban agar jangan berkegiatan di sungai. Terlebih saat ini intensitas hujan selalu tinggi, baik siang ataupun sore hari.

“Apalagi kondisinya sudah tua sehingga pihak keluarga selalu melarang korban kalau mau pergi ke sungai,” ujar Agus.

Apalagi saat ini, setiap daerah berusaha untuk menghilangkan Open Defecation Free (ODF), hal itu seperti yang diimbaukan oleh Pemkab Malang pada setiap kecamatan. Di mana pejabat baik yang ada di setiap desa hingga kecamatan untuk selalu menyosialisaikan pada warganya agar jangan berkegiatan di sungai.

Apalagi berdasarkan catatan Agus, warga di wilayah Sumawe yang melakukan kegiatan di MCK di sungai hanya tinggal sedikit. “Untuk wilayah Kecamatan Sumawe yang berkegiatan disungai tinggal 10 persen kurang lebihnya,” tegas Agus.

Topik
Korban HanyutKapolsek SumaweTim Basarnasungkap kasus di bangkalan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru