Kembangkan Lahan Bekas Tambang Pasir Njulung Agro Edu Tourism, DLH Segera Buat Masterplan

Dec 22, 2021 17:14
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dan Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Malang, Ahmad Zulfikar Nurrahman saat melakukan pengayaan vegetasi di Njulung Agro Edu Tourism.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dan Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Malang, Ahmad Zulfikar Nurrahman saat melakukan pengayaan vegetasi di Njulung Agro Edu Tourism.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang  segera melakukan beberapa persiapan untuk mengembangkan wisata Njulung Agro Edu Tourism di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. 

Untuk diketahui, sebelum digagas menjadi tempat wisata, Njulung Agro Edu Tourism adalah tempat penambangan pasir. Dan sejak tahun 2017, lokasi yang kurang lebih seluas 20 hektare ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai menggagas tempat ini menjadi destinasi wisata edukasi. 

Selain menyulap lokasi bekas tambang pasir ini menjadi tempat wisata edukasi, konsep tersebut juga digagas untuk merehabilitasi lingkungan setelah menjadi area tambang. 

"Sebenarnya salah satu sejarah Njulung Agro Edu Tourism ini kan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), konsep kegiatannya KLHK ini adalah konsep pengelolaan. Memang benar kalau lahan-lahan yang kritis tidak produktif itu solusinya adalah rehabilitasi atau reboisasi. Cuma yang harus diberikan ini adalah pengelolaan, dan bu gubernur juga telah menyinggung itu," ujar ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Malang, Ahmad Zulfikar Nurrahman.

Pria yang akrab disapa Afi menjelaskan, bahwa awalnya memang KLHK yang menjadi inisiator terkait konsep pada Njulung Agro Edu Tourism. Namun menurutnya, seiring berjalannya waktu, kendali untuk inovasinya akan berpindah ke Kabupaten Malang. 

"Jadi, program KLHK yang sudah digagas pada tahun 2017 itu, akan coba kita perbarui lagi konsepnya," imbuh Afi. 

Selanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan segera membuat masterplan. Kemudian dari titik-titik yang ada di masterplan tersebut yang kemudian akan dipetakan untuk dapat dikerjakan pihak-pihak yang memang berkompeten di bidangnya. 

"Misalnya dari segi pariwisatanya, rehabilitasi lahannya, treatment tanahnya yang ada trouble hama. Itu nanti akademisi yang bisa menjawabnya," terangnya. 

Sementara itu, pada tahun 2022 mendatang, pihaknya masih berencana untuk fokus pada pengembangan infrastruktur Njulung Agro Edu Tourism terlebih dahulu. Terutama untuk mengutuhkan konsepnya sebagai Wisata Edukasi. 

"Awal kita akan fokus untuk penyiapan infrastruktur dulu. Jadi konsepnya kan agro edu tourism. Jadi konsep agro industrinya akan kita hidupkan lagi, circular ekonomi. Baru setelah kelihatan, dari segi visualnya sudah mulai tampak baru kita akan masuk ke sektor wisata," pungkas Afi. 

Sedangkan sebelumnya, mendukung rencana rehabilitasi terhadap lokasi tersebut, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa juga telah melakukan pengkayaan vegetasi. Hal itu dilakukan dengan menanam ribuan bibit pohon di area tersebut. 

Topik
DLH kabupaten malangmukayinberita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru