Wali Kota Sutiaji Resmikan Pocadi, Geliatkan Minat Baca di Ruang Terbuka

Dec 22, 2021 15:23
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) saat menjajal POCADI di Taman Trunojoyo Kota Malang, Rabu (22/12/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) saat menjajal POCADI di Taman Trunojoyo Kota Malang, Rabu (22/12/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menguatkan literasi bagi warganya terus digencarkan. Salah satunya dengan menggandeng stakeholder dengan memacu minat baca di berbagai tempat.

Hal ini diwujdukan dengan launching Pojok Baca Digital (Pocadi) di Taman Bacaan Masyarakat Trunojoyo oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (22/12/2021). Beberapa komputer berisi berbagai jenis buku mejeng di taman untuk bisa dimanfaatkan oleh warga Kota Malang secara gratis.

"Ini bagian untuk menguatkan literasi kita yang saat ini memang masih lemah baca. Sehingga ini bagian dari itu. Kami apresiasi dan berterima kasih. Terlebih Kota Malang akan menjadi kota smart," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilangsungkan penyerahan mobil perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional dan sertifikat akreditasi perpustakaan kepada beberapa sekolah di Kota Malang. Sutiaji mengungkapkan apresiasinya atas langkah pemerintah pusat dalam meningkatkan sarana prasarana penunjang daya minat baca bagi waega Kota Malang.

"Terima kasih kami dibantu Pocadi dan mobil perpustakaan keliling. Syukur-syukur kalau ke depan bisa ditambah. Tapi memang harus dilihat dahulu kunjungannya seperti apa," imbuhnya.

Diakuinya, berdasarkan survei Program for International Student Assessment (PISA), minat baca di Indonesia sangat rendah. Kota Malang sendiri minat baca di angka 3,2 persen. Jumlah ini paling tinggi se-Jawa Timur.

Namun, Pemkot Malang dalam hal ini menilai, hal itu masih perlu penguatan agar minat baca warganya semakin tinggi. "Sehingga ini menjadi kepedulian kita. Meskipun tingkat minat baca kita 3.2,  tertinggi se Jawa Timur, menurut saya masih jauh dari harapan. Ini mesti kita tingkatkan terus menerus berseiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," tegas Sutiaji.

Sutiaji berharap, hadirnya dua fasilitas publik ini, bisa memacu minat baca masyarakat. Terlebih jika penempatannya diletakkan di ruang terbuka hijau (RTH) atau taman kota.

"Jika daya minat meningkat, maka perlu ada penambahan, baik mobil perpustakaan kelilingnya maupun Pocadi. Dan ini terus-menerus akan kita perbanyak dengan taman-taman nanti bisa dilengkapi pojok baca sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah (Dispussipda) Kota Malang Suwarjana menambahkan, untuk mengakses Pocadi ini disesuaikan dengan jam buka taman. Saat ini jam buka taman mulai pukul 09.00 hingga 16.00.

Namun, jika nantinya situasi pandemi covid-19 sudah usai, bukan tidak mungkin jam operasional akan difasilitasi hingga malam. Ia pun memastikan pelayanannya setiap hari.

"Sementara dari jam 09.00 sampai 16.00 setiap hari. Tapi nanti kalau situasinya bebas, akan kami perpanjang, kami sesuaikan dengan taman. Seandainya taman dibuka sampai malam, ya nanti kita akan fasilitasi," ungkapnya.

Kapasitas di Taman Trunojoyo untuk Pocadi sekitar 20  orang. Tapi, karena berbasis digital, maka bagi pembaca bisa mengaksesnya melalui android masing-masing.

"Tempat ini sekitar 20  orang. Cuma karena ini digital, kalau mau baca-baca di sini dengan android kan bisa," pungkasnya.

Topik
PD Sumekar SumenepPemkot MalangTaman Trunojoyo MalangWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru