Mal di Kota Malang Boleh Gelar Pameran UMKM Terbatas, Tapi Tak Ada Pesta Tahun Baru

Dec 21, 2021 09:33
Salah satu Mal di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Salah satu Mal di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES  - Kelonggaran di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di Kota Malang, nampaknya tak bisa sepenuhnya dilakukan saat masa Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mendatang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak aktif untuk kewaspadaan penyebaran Covid-19 agar tak memunculkan penambahan kasus baru. Aktivitas di pusat perbelanjaan atau Mal misalnya, dalam hal ini diatur secara ketat dan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Hal tersebut dicantumkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No. 71 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dalam isi surat edaran itu disebutkan, pengelola Mal harus menerapkan implementasi aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk dan keluar. Di mana, khusus pengunjung dengan kategori kuning dan hijau saja yang diizinkan masuk ke area Mal.

Kegiatan perayaan Nataru yang biasa digelar, kali ini belum boleh dilakukan. Namun, pameran UMKM diizinkan dengan pembatasan ketat. Termasuk, jam operasional Mal diatur mulai pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB. 

"Tidak ada event perayaan Nataru di Mal, kecuali pameran UMKM dengan pengetatan pengunjung. Kapasitas pengunjung Mal dibatasi maksimal 75 persen dari total ruangan dengan prokes ketat," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Selain kunjungan, aktivitas makan dan minum di area Mal juga dibatasi maksimal 75 persen kapasitas dengan prokes ketat.

Tak hanya itu, diatur pula untuk masyarakat umum yang berkegiatan di luar agar tidak melakukan perayaan malam Tahun Baru 2022 mendatang. Warga Kota Malang diminta untuk merayakan malam pergantian tahun tersebut di rumah masing-masing bersama keluarga.

"Di rumah saja, hindari kerumunan. Dilarang menggelar pawai dan arak-arakan saat Tahun Baru. Kalau berkegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak memicu kerumunan," terang Sutiaji.

Sedangkan, di lingkup perhotelan di restoran juga dilarang untuk menggelar perayaan malam Tahun Baru. Baik itu secara terbuka ataupun tertutup, termasuk bagi kafe, tempat hiburan, dan tempat umum lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Larangan digelarnya event perayaan Tahun Baru juga berlaku untuk destinasi wisata di Kota Malang. Bahkan, setiap destinasi diminta untuk meningkatkan kewaspadaanm.

"Kami minta diatur ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas, prokes wajib, membatasi jumlah wisatawan 75 persen dari total kapasitas, membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid-19," pungkasnya.

Topik
Perayaan NataruKota MalangWali Kota Malang SutiajiPusat Perbelanjaan MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru