Kisah Pilu Akhir Hayat Wanita Tua di Blitar Ditinggal Dua Anaknya ke Jakarta dan Taiwan

Dec 20, 2021 17:11
Polisi melakukan olah TKP di rumah korban Sumini.(Foto : Humas Polres Blitar)
Polisi melakukan olah TKP di rumah korban Sumini.(Foto : Humas Polres Blitar)

JATIMTIMES - Seorang perempuan berusia 61 tahun di Kabupaten Blitar ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya. Korban bernama Sumini, warga Lingkungan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, korban diketahui tidak terlihat beraktivitas di luar rumah sejak seminggu lalu. Dia juga tidak bisa dihubungi oleh anak-anaknya. Keterangan yang diperoleh polisi, selama ini Sumini memang tinggal sendirian di rumah. Kedua anaknya masing-masing tinggal di Jakarta dan bekerja di Taiwan.

Karena panik ibunya tidak ada kabar dan tidak bisa dihubungi, Titik Sundari anak korban yang tinggal di Jakarta mendatangi rumah ibunya. Setiba di rumahnya, anak korban melihat pintu garasi yang merupakan akses untuk masuk ke dalam rumah terkunci dari dalam.

“Titik Sundari tidak bisa masuk ke dalam, dia kemudian menghubungi saksi Paimin yang merupakan saudara Ibunya untuk meminta tolong mencarikan tukang kunci.  Mereka bisa masuk ke dalam setelah pintu garasi dapat dibuka oleh tukang kunci,” kata Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Udhiyono, Senin (20/12/2021).

Setelah berhasil masuk ke dalam kamar, Titik Sundari langsung menuju kamar yang ada di belakang garasi untuk  mencari korban. Namun, Titik Sundari menemukan ibunya sudah dalam kondisi tak bernyawa. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Lodoyo Timur. Polisi yang menerima laporan langsung menuju TKP untuk mengevakuasi korban.  "Jenazah ditemukan sebelah barat tempat tidur,"  terang Udhiyono.

Hasil identifikasi Tim Identifikasi  Polres Blitar, jenazah diperkirakan meninggal dunia sejak seminggu  yang lalu bahkan bisa lebih. Hal ini terlihat dari kondisi jenazah.

"Pihak keluarga menyatakan menerima atas meninggalnya korban Sumini sebagai musibah dan meninggal secara wajar. Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan tidak menghendaki untuk dilakukan tindakan Autopsi," pungkas Kasi Humas.

Topik
Berita BlitarKabupaten Blitarkebupaten bangkalan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru