Kupas Tuntas Pengobatan HIV Aids Bersama Podcast Sehat RSI Unisma, Upaya Pencegahan hingga Obat Gratis

Dec 01, 2021 15:00
Podcast Sehat RSI Unisma memperingati Hari AIDS Sedunia (Ist)
Podcast Sehat RSI Unisma memperingati Hari AIDS Sedunia (Ist)

JATIMTIMES - Bertepatan dengan  Hari AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember 2021, Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma melalui Podcast RSI Unisma kembali hadir membahas sekaligus memperingati Hari AIDS sedunia.

Hadir dalam Podcast Sehat, dr Didi Chandrakusuma Sp PD (K) KPTI, Dokter spesialis penyakit dalam. Dalam podcast itu pun dibahas secara terperinci mengenai kesepakatan dunia tentang target tercapainya Three Zero pada 2030.

Three zero antara lain, tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Tema peringatan di tahun ini, Akhiri AIDS, cegah HIV, akses untuk semua. Sudah tidak bicara lagi tentang, apa si HIV itu, ada obatnya atau tidak, sudah lewat, kita arahannya supaya tidak muncul HIV ini, yang HIV ini segera diperbaiki kondisi jangan ada diskriminasi," tuturnya.

1

Saat ini intervensi juga harus dilakukan pada perilaku. Jangan sampai seseorang melakukan perilaku yang berpotensi menularkan HIV, sehingga penularannya berlanjut. Kalaupun sudah terinfeksi, tentunya diharapkan untuk tidak diam dan harus bergerak aktif untuk berobat.

"Jangan diam, harus bergerak, ada obat yang gratis," jelasnya.

Sambung dr Didi Chandrakusuma Sp PD (K) KPTI, dari hasil penelitian dan jurnal, pasien dengan HIV tak banyak yang terkena Covid-19, bahkan lebih cenderung jarang.

"Kami tanya perawat belum ada, Kalaupun ada 1000: 1 sangat sedikit kasusnya. Ini belum bisa diterangkan," ungkap dr Didi.

Mengenai pasien yang takut ke rumah sakit saat Pandemi Covid-19, pihaknya mengimbau, selama masih menerapkan protokol kesehatan, masyarakat atau ODIV tentunya tak perlu takut untuk ke rumah sakit. Tentunya rumah sakit telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

"Justru yang bahaya ke pasar. Karena masih banyak kerumunan," tuturnya.

Sementara itu, untuk konsultasi tanpa berkunjung ke ruang sakit, tentunya bisa. Akan tetapi, dijelaskannya, pasien tersebut sebelumnya sudah pernah berkonsultasi sebelumnya. Sehingga dokter mengetahui bagaimana kondisi pasien.

"Kalau belum sama sekali paling tidak harus ketemu sekali upaya kita tahu kondisinya gimana," jelasnya.

Dirinya juga mengimbau agar mereka yang menderita HIV Aids untuk lebih terbuka dan segera melakukan tindak lanjut pengobatan. Hal tersebut bukanlah merupakan aib. Jika sebaliknya tertutup dengan apa yang dialami, tentunya akan merugikan diri sendiri.

"Di sini mencegah agar tidak menularkan pada orang lain, mencegah agar tidak melakukan perbuatan berisiko, sehingga ke depan tinggal minum obat saja," tuturnya.

1

Dedi Darwanto Konsultan Poli VCT RSI Unisma mengungkapkan, memang pemahaman masyarakat terhadap HIV sudah sangat membaik. Akan tetapi, masih ada saja yang melakukan perilaku yang berpotensi menularkan.

Terdapat tiga kegiatan berisiko menularkan HIV AIDS. Yakni melakukan seks berganti-ganti pasangan, baik sesama maupun lawan jenis, serta memakai narkoba suntik. Jika terdapat saudara, teman atau keluarga yang diketahui melakukan aktivitas berisiko tersebut, maka diharapkan untuk diimbau berkonsultasi dan memeriksakan diri ke rumah sakit. 

"Kita disini ada Poli VCT, disitu ada dua macam program, VCT dan CST. Sebagai pintu masuknya adalah VCT, kita memberikan konseling mulai dari nol. Jadi orangnya baru datang belum tahu statusnya, pemeriksaan gratis. Disitu akan dilihat, jika positif, tentunya akan dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut," bebernya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
RSI Unismakasus hiv aidsHIV AIDSpengobatan hiv aidsKota MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru