Karya Aksesoris dan Daster Malangan dari UMKM Banyak Memikat Peserta Apeksi Outlook

Dec 18, 2021 20:56
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kiri) bersama Wali Kota Bogor Bima Aria Sugiarto (tengah) saat berada di stand Kota Malang di Event Apeksi Outlook di Segara Village Sanur, Denpasar, Sabtu (18/12/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kiri) bersama Wali Kota Bogor Bima Aria Sugiarto (tengah) saat berada di stand Kota Malang di Event Apeksi Outlook di Segara Village Sanur, Denpasar, Sabtu (18/12/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Berbagai macam karya kreatif Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari sub sektor kriya dan fashion Kota Malang berupa karya aksesoris dan daster malangan banyak menyita perhatian peserta di Event Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Outlook di Segara Village Sanur, Denpasar. 

Pasalnya Wali Kota Malang Sutiaji selaku pimpinan delegasi dari Kota Malang bersama Ketua Dekranasda Kota Malang Widayati Sutiaji turun langsung mempromosikan produk-produk aksesoris fashion dan daster malangan kepada jajaran wali kota anggota Apeksi yang hadir. 

"Kalung dan daster ini pasarnya sudah internasional, berkelas dan nyaman dipakai.  Monggo pak wali, sayang istri," ujar Sutiaji sambil bercanda di hadapan anggota Apeksi, Sabtu (18/12/2021). 

Salah satu pimpinan daerah sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi periode 2021-2024 yakni Wali Kota Bogor Bima Aria Sugiarto pun turut datang dan mengunjungi stand Kota Malang. 

Bima pun salah satu sosok pimpinan daerah yang tertarik pada keunikan pada aksesoris berbahan daur ulang kreasi Eva Unique Accessories dari daerah Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Pilihan Bima pun akhirnya jatuh pada kalung yang terbuat dari seng bekas berhias elemen topeng malangan. "Keren ini topeng malangan," celetuk Bima.

Sementara itu, Owner Eva Unique Accessories yakni Eva merasa sangat senang karena produk kreatifnya mendapatkan tempat di hati para pimpinan daerah di Indonesia yang tergabung dalam Apeksi. 

Eva pun mengaku dalam membuat produk-produk yang dibuat memang lebih memanfaatkan barang-barang tidak terpakai di sekitar tempat tinggalnya. Dari barang-barang tersebut mampu diolah oleh Eva menjadi karya yang unik dan memiliki nilai ekonomis.

"Kami berkolaborasi dengan desainer ternama. Salah satunya bunda Anne Avantie sejak Indonesia Fashion Week 2018 dan alhamdulillah berkelanjutan sampai sekarang," terang Evi.

Produk Eva Unique Accessories pun saat ini juga sudah merambah ke pasar internasional. Diantaranya Dubai, Rusia, Belanda hingga Afrika melalui event pameran dan pemasaran online.  

Eva pun kini telah mampu menyerap tenaga kerja dan memberikan pendampingan berbasis kemitraan dengan sejumlah usaha rintisan dari sektor kriya dan lainnya. 

Lebih lanjut, besarnya perhatian dari Pemerintah Kota Malang terhadap ekonomi kreatif, Eva mengaku sangat membantu pengembangan pemasaran UMKM, khususnya terhadap usahanya. 

"Eva unique bisa ikut event berkelas karena support dari dinas. Tidak terbayangkan dulu, untuk bisa bertemu dan punya pasar publik figur dan selebritas," pungkas Eva. 

Topik
UMKM Kota MalangApeksi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru