Sekolah Ibu, Cara Pemkot Malang Tekan Angka Perceraian dan Pernikahan Dini

Dec 17, 2021 11:12
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Indriani. (Tubagus Achmad/MalangTIMES).
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Indriani. (Tubagus Achmad/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Maraknya kasus perceraian hingga pernikahan dini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Berbagai upaya untuk menekan itu terus dilakukan, salah satunya melalui program Sekolah Ibu.

Program yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang tersebut, menggaet berbagai elemen untuk terlibat.

Sebelumnya, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang juga bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang dalam hal pendampingan dan edukasi calon pengantin (catin) agar terhindar dari perceraian.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani mengatakan, program Sekolah Ibu ini menjadi salah satu unggulan di tahun 2021, dengan melibatkan sejumlah tokoh perempuan. Program ini dinilai efektif menekan angka perceraian dan pernikahan usia dini di Kota Malang.

"Sekolah Ibu ini menyasar pada pasangan pranikah dan pasangan suami istri atau pasca pernikahan. Berbagai materi disampaikan seperti bagaimana membentuk keluarga yang sakinah dan bagaimana cara mendidik anak," ujarnya.

Dikatakan Penny, untuk pasangan pranikah atau calon pengantin, setidaknya calon suami berusia 25 tahun sedangkan calon istri 20 tahun. Jika usianya kurang dari angka tersebut, maka yang bersangkutan harus mengantongi persetujuan dari Kantor Kemenag Kota Malang.

Program ini, menurutnya, akan tetap menjadi salah satu prioritas di tahun 2022 mendatang. Pihaknya akan menggandeng, instansi-instansi lainnya guna mengintensifkan Sekolah Ibu.

"Kami akan terus mengintensifkan Sekolah Ibu. Nanti juga dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti Dinas Kesehatan serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Malang Kota," pungkasnya

Topik
bantuan DPD Partai GolkarKota MalangDinsos P3AP2KB Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru