Waspada Omicron, Pemkot Malang Perketat Mobilitas Warga

Dec 17, 2021 09:47
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/Thomas Faull).
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/Thomas Faull).

JATIMTIMES - Varian Covid-19 Omicron yang telah terdeteksi masuk Indonesia di Wisma Atlet, Jakarta menjadi kewaspadaan bagi Kota Malang. Dengan penanganan Covid-19 yang semakin menunjukkan hasil signifikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tak ingin kecolongan.

Karenanya, penguatan pengetatan protokol kesehatan (prokes) hingga mobilitas warga di tiap wilayah bakal terus dipantau untuk mengantisipasi hal tersebut. Terlebih, Kota Malang menjadi salah satu daerah wisata yang banyak dikunjungi pelancong dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pengetatan mobilitas dan disiplin prokes menjadi kunci pencegahan masuknya varian Omicron di Kota Malang. Hal itu, berkaca pada bulan Agustus lalu ketika varian Delta menjadi ancaman di seluruh dunia, dan berhasil tak ditemukan di Kota Malang.

Meski saat ini sejumlah kelonggaran di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, Sutiaji mengaku jika hal itu menjadi tantangan berat. Karenanya, masyarakat tetap diminta waspada dan tak boleh abai prokes.

"Kami mengikuti instruksi pemerintah pusat, jangan panik, tetap waspada. Namun, karena Malang menjadi salah satu objek wisata favorit, maka pengetatan mobilitas warga dan pengawasan prokes dilakukan," ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan vaksinasi yang masih terus berjalan menjadi salah satu yang terus akan digencarkan sebagai upaya pencegahan persebaran virus. Setidaknya, dengan semakin banyak warga yang divaksin, maka risiko gejala menjadi berat bisa ditekan. Sejauh ini, capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Malang sudah mencapai 99,89 persen.

"Terus vaksinasi kita lakukan, semoga akhir tahun nanti bisa 100 persen," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan, kunci utama untuk mengantisipasi varian Covid-19 baru Omicron tersebut adalah disiplin prokes. Ia terus mengimbau agar masyarakat tak lalai, dan tetap disiplin menerapkannya. Termasuk, pengetatan pengawasan warga dengan status PPKM Level 1 ini.

"Apapun varian Covid-19, seperti yang sudah kami sampaikan, pencegahan paling efektif adalah prokes. Jadi semua masyarakat harus tertib dan disiplin," katanya.

Selain itu, disebutkan Husnul, vaksin juga menjadi salah satu solusi untuk mencegah varian baru tersebut tak menyebar ke masyarakat yang lebih luas, khususnya di Kota Malang.

Apalagi, saat maraknya varian delta memasuki Indonesia, di Kota Malang pun varian tersebut tidak  terdeteksi hingga saat ini. Karenanya, pihaknya optimis varian Covid-19 baru Omicron tak sampai masuk ke Kota Malang, selama masyarakat menerapkan disiplin prokes.

Termasuk, penerapan PPKM Mikro di setiap RT/RW guna memantau mobilitas warga.

"Masyarakat diharapkan bisa disiplin dan tertib menerapkan prokes baik di luar maupun dalam rumah. Lalu, vaksinasi, dan PPKM Mikro dikuatkan. Jadi, keluar masuk dari RT RW jelas siapa, ini diperkuat lagi. Untuk meminimalisir masuknya varian baru itu," pungkasnya.

Topik
wisata favoritKota Malangorang terkaya indonesiaWali Kota Malang SutiajiBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru