Banjir Dukungan untuk Maju Calon Ketua Umum PBNU, Begini Respon KH Marzuki Mustamar

Dec 16, 2021 16:30
KH Marzuki Mustamar saat tengah menggendong cucu didampingi sang istri. (Ist)
KH Marzuki Mustamar saat tengah menggendong cucu didampingi sang istri. (Ist)

JATIMTIMES - Deklarasi dukungan terhadap Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar untuk maju sebagai calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) banyak mengalir. Bahkan para ulama, gawagis (putra kiai),  hingga kiai muda di Jawa Timur sempat melakukan deklarasi dukungan secara langsung untuk kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad  Malang itu. 

Menanggapi dukungan hingga deklarasi yang dilakukan para gawagis maupun para kiai muda, KH Marzuki Mustamar bersikap santai saja. Dia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kecintaan serta dukungan mereka.

Tetapi, Marzuki menegaskan lebih mendahulukan adanya ketenangan dan suasana damai serta tidak akan merespons adanya deklarasi dukungan yang sekiranya menimbulkan kegaduhan.

"Kalau dari deklarasi itu lantas kami akan nyalon, saya khawatir Jawa Timur terjadi kegaduhan. Itu tidak mungkin kami lakukan. Tenangnya NU bagi kami di atas segalanya," ungkap dia.

Menurut Marzuki, ibarat menjadi sebutir debu pun, dirinya tidak masalah. Bahkan tak menjadi apa-apa dalam artian tak mempunyai jabatan pun, dia tak mempermasalahkan dan tetap berlapang dada.

"Asalkan NU tetap utuh, tidak ada gaduh, tidak ada perpecahan dan tidak ada fitnah. Karena itu, tidak mungkin saya merespons dan mengatakan mencalonkan menjadi ketua PBNU. Itu tidak mungkin," ucapnya.

Di samping rendah hari, Marzuki juga tertib dan disiplin organisasi. Apalagi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara dhohir legal formal keorganisasian sudah memberikan dukungan yang disertai tanda tangan serta stemepl resmji PWNU Jatim kepada salah satu calon.

"Terima kasih ada deklarasi dukungan. Tapi kami nggak mungkin merespons dengan suatu respons yang bisa menimbulkan kegaduhan," tukas Marzuki.

Bilamana nanti dalam muktamar atau pleno pemilihan terdapat dua atau tiga calon yang memenuhi syarat pencalonan yang sesuai tata tertib, termasuk jika kemungkinan dirinya mendapatkan dukungan sesuai tata tertib, dan kemudian direstui oleh rais aam terpilih, maka Marzuki menyatakan tak elok untuk menepisnya.

"Karena kalau sudah rais rida, muktamirin juga menghendaki, lantas kita menolak, bisa terjadi kegaduhan. Biar seperti apa, nantinya kita bersikap. Intinya kalau muktamirin menghendaki, rasi terpilih menghendaki, tidak etis kalau kader NU menolaknya," ujar Marzuki.

Mantan ketua PCNU Kota Malang itu juga mengharapkan muktamar berjalan dengan lancar sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Adanya muktamar juga diharapkan membawa keberkahan dan membahagiakan bagi semua pihak yang terlibat.

"Bagi kami, yang penting muktamar berjalan lancar, tidak cacat hukum, tidak cacat moral dan tidak cacat syariat. Muktamar yang damai, sempurna, membahagiakan dan menyenangkan bagi semua pengurus PW, cabang maupun PB," pungkas Marzuki.

Topik
KH Marzuki MustamarKafe di atas sungaiMuktamar NU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru