Heboh Abu Janda Sayembara Rp 50 Juta soal Larangan Ucapan Natal, Warganet Tunjukkan Dalil Ini

Dec 16, 2021 11:19
Abu Janda (Foto: Instagram)
Abu Janda (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Hari Raya Natal bagi umat Nasrani akan segera tiba. Tentunya akan banyak sekali ucapan Selamat Natal yang disampaikan oleh keluarga, sahabat hingga kerbabat dekat. 

Namun, dalam Islam mengucapkan selamat hari Natal masih menjadi polemik hingga saat ini. Pegiat sosial Permadi Arya atau Abu Janda belum lama ini mengaku sedih karena banyak pendapat silang soal ucapan selamat Natal di publik.

Melalui akun Instagramnya, Abu Janda menyebut "Di kitab Alquran, tidak ada ayat yang melarang ucapkan selamat Natal. Itu hanya karangan, cocoklogi dari orang-orang intoleran saja."

Bahkan ia menggelar sayembara berhadiah senilai RP 50 juta. Ia lantas memberi syarat harus menunjukkan dalil tentang larangan mengucapkan selamat Natal. 

Sayembara itu diumumkan Abu Janda melalui unggahan akun Instagramnya @permadiaktivis2 Rabu (15/12/2021). 

“Alhamdulillah saya punya uang Rp 50 juta. Saya berikan ke siapa pun yang bisa tunjukkan ke saya satu ayat atau satu hadits yang berbunyi larangan ucapkan selamat natal. Saya tunggu ya. Karena saya yakin tidak ada,” kata Abu. 

Dalam video itu, tampak Abu yang memegang 2 gepokan uang di tangannya. Hanya berselang beberapa jam, unggahan Abu Janda itu langsung membuat suasana memanas. 

Terlihat pada kolom komentar ada seorang warganet yakni pemilik akun @farezazra_yang membuktikan dalil soal larangan mengucapkan natal maupun menghindari acara keagamaan dari orang lain. 

Berikut 2 diantaranya pembuktian dalil dari akun @farezazra_ soal yang larangan mengucapkan selamat natal dari umat Islam ke umat non muslim.

1. Hamba-hamba Allah Yang Maha Belas Kasih Sayang, yaitu orang yang tak mau menghadiri atau menyaksikan upacara agama kaum musyrik (Az-zuur). Jika mereka melewati tempat yang sedang digunakan untuk upacara agama oleh kaum musyrik, mereka segera berlalu dengan sikap baik (QS Al Furqon, 72). Makna kata Az-zuur dalam ayat di atas adalah hari raya orang-orang musyrik. Sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama tafsir seperti Mujahid, Rabi’ bin Anas, Ikrimah, Qadhi Abu Ya’la dan Ad Dhahak.

2. Hadis Anas bin Malik Radiallahu’anhu, yakni: Setibanya di Madinah, orang-orang Madinah kala itu memiliki dua hari yang mereka bersenang-senang (merayakan) dua hari tersebut. Lantas nabi bertanya. Dua hari apa ini? Kami bersenang-senang pada dua hari ini semasa jahiliyah dulu ya Rasulullah. Jawab para sahabat, sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari yang lebih baik dari dua hari tersebut, yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.

Total terdapat 6 dalil yang ditunjukkan oleh @farezazra_ di kolom komentar. Dari semua dalil yang ia buktikan, tak membuat Abu Janda memberikan hadiah uang tunai Rp50 juta yang ia janjikan. 

Abu Janda justru membalas singkat komentar @farezazra_.

“@farezazra_ COCOKLOGI T***L," balas Abu Janda, yang diakhiri emoticon jari tengah.

Topik
Abu Jandahari natalkide etik dewan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru