Tips Mengatasi Diabetes ala Dokter RSI Unisma, Perhatikan ini Jika Ingin Sembuh

Nov 13, 2021 09:33
Podcast Sehat RSI Unisma bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma.dr Gatoet Ismanoe SpPD-KPTI Finasim (tengah) (Ist)
Podcast Sehat RSI Unisma bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma.dr Gatoet Ismanoe SpPD-KPTI Finasim (tengah) (Ist)

JATIMTIMES - Penyakit Diabetes, merupakan penyakit yang harus mendapatkan pengobatan. Sebab, jika tak diobati, maka dampaknya adalah terjadinya komplikasi, yaitu bisa saja mirkovaskuler dan makrovaskuler.

Hal ini dibenarkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma dr Gatoet Ismanoe SpPD-KPTI Finasim. Komplikasi Mikrovaskuler adalah komplikasi yang menyerang pembuluh darah kecil, dan yang dimaksud makrovaskuler adalah komplikasi yang menyerang pembuluh darah besar. 

Komplikasi Makrovaskuler bentuknya seperti serangan jantung, stroke dan gangguan aliran darah pada bagian tubuh seperti kaki, yang bisa berujung pada pembusukan dan luka berulang yang sulit sembuh pada penderita diabetes.

"Yang paling banyak komplikasi Mikrovaskuler. Misalnya pada mata terjadi diabteii retinopati, bisa buta, pembuluh darah pada mata terganggu dan menyebabkan kebutaan," terangnya dalam Podcast Sehat RSI Unisma.

Kemudian komplikasi lain adalah terjadinya diabetik Neufropati yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Selain itu, diabetik neufropati juga bisa menyebabkan gangguan saraf lain. Misalnya sering kesemutan pada kaki, nyeri atau tiba-tiba mengalami kram.

"Makanya kalau ada yang tiba-tiba kesemutan, kram, tolong suruh periksa atau checkup, terutama gulanya," tuturnya.

Pada dasarnya, penderita diabetes, darahnya mengental. Karena itu, bila berobat ke dokter, selain obat diabetes, tentunya akan diberikan obat untuk mengencerkan darah maupun obat untuk meredakan nyeri bagi mereka yang mengalami gejala tersebut.

Para pasien diabet sendiri, juga diimbau untuk terus rutin meminum obat. Sebab, kadar gula dalam tubuh baik karena meminum obat. Sehingga, diharapkan meskipun kondisi pasien telah membaik, pasien diabet dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter dan tidak memutuskan menghentikan konsumsi obat sendiri.

Lebih lanjut dijelaskannya, banyak pertanyaan tentang bahaya meminum obat secara terus menerus. Akan tetapi, jika obat yang diminum sesuai dengan petunjuk dokter dan dengan disisi yang optimal, menurutnya akan aman-aman saja.

"Diabet ini penyakit yang bisa disembuhkan tanda petik minum obat terus, bisa terkontrol baik. Diabetes sendiri merupakan komorbid yang paling sering terkena Covid. Oleh karenanya harus terus menjaga protokol kesehatan, diantara juga bisa membuat daya tahan turun," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Penyakit DiabetesPenderita diabetesmengatasi diabetescara mengatasi diabetesRSI UnismaKota MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru