Dua Warga Kabupaten Malang Jadi Korban Erupsi Semeru, 1 Orang Belum Ditemukan

Dec 15, 2021 19:56
Salah satu wilayah terdampak erupsi cukup parah di Dusun Sumbersari Desa Supiturang Kecamatan Projojiwo Kabupaten Lumajang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Salah satu wilayah terdampak erupsi cukup parah di Dusun Sumbersari Desa Supiturang Kecamatan Projojiwo Kabupaten Lumajang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dua orang warga Kabupaten Malang tercatat menjadi korban jiwa dalam peristiwa erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu korban asal Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo bernama Mahmudi Kariono telah ditemukan dan dikebumikan. 

Sedangkan satu lagi merupakan warga Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen Hery Widiyanto (35) yang hingga saat ini keberadaan jenazahnya masih belum ditemukan. Keduanya memang diketahui berprofesi sebagai pengendara truk. Serta terbiasa mengemudikan truk bermuatan pasir dari wilayah Lumajang. 

"Iya, barusan saya konfirmasi benar. Yang bersangkutan memang berprofesi sebagai sopir truck," ujar Camat Kepanjen Eko Margianto saat dikonfirmasi, Rabu (15/12/2021). 

Dari laporan yang ia terima, saat peristiwa Gunung Semeru erupsi, juga ada saksi yang mengatakan melihat korban berada di salah satu lokasi di Lumajang yang saat ini tersapu banjir lahar dingin.

"Dan ada saksi yang mengatakan, bahwa saat kejadian (erupsi Gunung Semeru) yang bersangkutan ada di sana melakukan aktivitas penambangan. Jenazahnya, belum ditemukan, tapi keluarga yang bersangkutan sudah menggelar tahlil," terang Eko. 

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang hingga kini juga masih terus melakukan pendataan. Sembari berperan langsung dalam penanganan erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. 

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, dari laporan yang ia terima baru ada satu warga Kabupaten Malang yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru. 

"Yang sudah (dikonfirmasi) yang di Poncokusumo. Dari Kedungpedaringan belum," ujar Sadono. 

Menurut Sadono, memang ada beberapa kendala yang dihadapi untuk mengidentifikasi berapa jumlah warga yang kemungkinan belum ditemukan akibat erupsi Gunung Semeru. Salah satu kendalanya adalah minimnya laporan dari saksi maupun kerabat korban. 

"Kemarin itu sempat ada kabar 30 orang yang belum ketemu. Lalu ada yang bilang lagi jadi sekitar 50. Itu jadi kendala, karena itu cuma kabar saja dan belum ada yang laporan," pungkas Sadono. 

Topik
rahasia kematiancapaian vaksin kab malangbpbd kab malangCamat Kepanjen

Berita Lainnya

Berita

Terbaru