Munculkan Desainer Baru, Diskopindag Kota Malang Gelar DFC 2021

Dec 15, 2021 18:42
Suasana mentoring dari juri mentor kepada peserta (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)
Suasana mentoring dari juri mentor kepada peserta (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dekranasda Fashion Competition (DFC) 2021 yang digelar oleh Dekranasda Kota Malang bersama Diskopindag Kota Malang kini mulai tahap pendampingan bagi para finalis terpilih.

Dari 189 peserta yang mendaftar, telah dipilih 25 finalis yang dilakukan seleksi sejak tanggal 13 Desember 2021 lalu.

Kepala Diskopindag Kota Malang, M Sailendra mengatakan, kegiatan lomba DFC yang digelar oleh Dekranasda Kota Malang ini dilakukan untuk mencari bibit-bibit baru desainer yang ada di Kota Malang.

“Kan sudah kami seleksi pesertanya. Harapannya akan muncul desainer baru di Kota Malang. Apalagi kita fokuskan untuk pelajar SMK ya,” ujar Sailendra, Rabu (15/12/2021).

Kegiatan DFC 2021 ini sendiri diselenggarakan guna memberi ruang untuk berkarya, berinovasi dan kreatif bagi desainer muda berbakat Kota Malang.

Terpisah, salah satu mentor para finalis sekaligus juri DFC, Febby Ayusta menjelaskan, pendampingan bagi para finalis dilakukan untuk menumbuhkan skill up serta memberi materi agar lebih berdaya saing dan kompeten dalam memunculkan produk desain yang bernilai.

“Selama mentoring ini mereka pendampingannya berupa koreksi untuk desain. Misalkan gambar desain kurang apa, detailnya atau ditambah aplikasinya. Kemudian juga terkait bahan yang digunakan,” kata Febby usai mementori para peserta.

Dalam kegiatan ini, ada 3 tahapan pendampingan yang dilakukan, diantaranya adalah mentoring terkait desain pakaian yang diciptakan oleh para finalis, kemudian dilakukan pemilihan bahan yang tepat hingga styling desain yang sudah diproduksi untuk nantinya bakal dipamerkan saat final DFC 2021.

Pelaksanaan pendampingan tersebut dilakukan pada tanggal 14, 15 hingga 18 Desember 2021 mendatang.

“Pemilihan bahan itu juga kami arahkan. Kemarin konsultasi desain seperti apa, hari ini mereka kumpulin desain baru dan menunjukan kain yang digunakan untuk mewujudkan pakaian yang sama dengan desain yang mereka buat,” ungkap Febby.

Febby yang mementori 5 finalis, mengaku bangga atas kerja keras pada peserta. Bahkan hari ini seluruh desain telah disetujui dan selanjutnya pemilihan bahan untuk dilakukan produksi pakaian dari desain yang diciptakan.

"Nanti di tanggal 18 ini kan mereka sudah proses bikin soal pola dan bikinnya bisa tanya jawab. Teknis jait masing-masing peserta ya. Lalu setelah itu mereka kesini lagi untuk styling apakah sudah sesuai dengan desain yang dibuat atau tidak,” ungkap Febby.

Kelima finalis yang didampingi oleh Febby, diantaranya adalah tiga finalis dari pelajar SMK, satu finalis dari mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) dan satu lagi peserta umum.

“Tiga orang siswi SMK modelnya sederhana menonjolkan detailnya. Jadi untuk pola tidak kesulitan. Kalau yang mahasiswi sudah paham, dia desainnya sulit dan sudah bisa pecah pola,” beber Febby.

“Satu peserta umum memang tekniknya sederhana yang ditonjolkan detailnya. Jadi mereka memiliki desain dengan tema atau inspirasi dari Kota Malang,” imbuh Febby.

Setelah mentoring styling di tanggal 18 Desember 2021 mendatang, Febby berharap nantinya para finalis sudah memiliki prosentase 95 persen dan siap dipresentasikan.

“Karena tanggal 20 presentasi karya. Lalu tanggal 22 fashion show itu awardingnya. Baju yang sudah mereka bikin akan diperagakan oleh model di cat walk. Disitulah penjurian terakhir diambil juara 1,2 dan 3 lalu ada juara harapan 1,2 dan 3 hingga juara favorit,” tutup Febby.

Topik
DekranasdaDekranasda kota Malangprogram smart kampung

Berita Lainnya

Berita

Terbaru