Begini Tanda-tanda Jika Alami Diabetes Kata Dokter RSI Unisma

Nov 12, 2021 12:03
dr Gatoet Ismanoe, SpPD-KPTI Finasim, dokter spesialis penyakit dalam RSI Unisma (Ist)
dr Gatoet Ismanoe, SpPD-KPTI Finasim, dokter spesialis penyakit dalam RSI Unisma (Ist)

JATIMTIMES - Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat.  Penyakit ini ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa sendiri merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Lalu bagaimana tanda-tanda atau gejala seseorang mengalami penyakit Diabetes?.

Menurut dr Gatoet Ismanoe, SpPD-KPTI Finasim, dokter spesialis penyakit dalam RSI Unisma, tanda-tanda seseorang mengalami penyakit diabetes adalah 3P. Ini adalah singkatan dari poliuria, polidipsia, dan polifagia

"Sering lapar dan konsumsi makanan bertambah, sering haus, sering minum dan banyak kencing. Kemudian keluhan badannya lemah, sering mengantuk. Dan kadang-kadang berat badan turun, padahal makannya banyak," tutur Gatoet Ismanoe dalam dialog Podcast Sehat RSI Unisma.

Untuk itu, akan lebih baik sebagai langkah antisipasi, masyarakat harus medical check up. Menurutnya, paling tidak setiap setahun sekali, masyarakat dianjurkan untuk medical checkup. Sehingga, bilamana memang terdapat keluhan penyakit, termasuk juga diabetes, bisa segera ditangani lebih lanjut. "Akan tetapi ya itu, masyarakat jarang medical checkup. Masyarakat kadang datang periksa kalau sudah komplikasi," terang Gatoet Ismanoe.

Diabetes yang sering diderita oleh masyarakat, dijelaskan Gatoet, adalah Diabetes Neuropati. Jenis ini merupakan gangguan saraf akibat diabetes. Gejala yang dialami adalah kaki sering mengalami kram, nyeri pada kaki hingga juga pada bagian tangan.

"Penyakit ini (Diabetes) komplikasinya banyak sekali, dari atas kepala sampai ujung kaki. Mata, otak, jantung, paru, ginjal. Oleh karena itu, masyarakat harus benar-benar waspada," tutur Gatoet Ismanoe.

Disampaikan Gatoet, dari tahun ke tahun, pasien diabetes meningkat. Dan negara Indonesia, nomor 7 di dunia untuk masyarakat yang menderita diabetes.

Sementara itu, perihal penyebab diabetes, menurut Gatot terdapat beberapa hal. Namun yang utama adalah faktor genetik pada penyakit diabetes. Faktor pola hidup atau pola makan yang tak terkendali, juga menjadi pemicu diabetes.

"Karena itu pola hidup harus ceria, gembira, maka yang keluar dari tubuh kita adalah hormon endorfin yang itu sangat bagus. Tapi aklau kita stress, marah itu bisa merugikan, meningkatkan tekanan darah menimbulkan dampak negatif bagi tubuh," tuturnya.

Menghindari pola makan berkalori tinggi, asin, manis, berminyak dan berlemak dengan konsumsi yang tidak berlebihan. Olahraga juga menjadi unsur penting dalam upaya pencegahan. Diabetes juga dipengaruhi Faktor yang bisa diubah dan faktor yang tak bisa diubah. Seperti usai diatas 60 tahun ataupun terkait genetik. Kemudian, faktor yang bisa diubah, seperti pola makan, kebiasaan atau pola hidup.

"Untuk contoh ya makanan yang berkarbohidrat tinggi (nasi) kemudian yang berlemak, seperti gorengan dan beberapa makan lain," terang Gatoet Ismanoe.

Jiak seseorang memang telah didiagnosa menderita diabetes, tentunya harus rutin untuk berobat, baik itu non farmakologis (olahraga) dan  farmakologis (dengan meminum obat-obatan).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
RSI Unismagatoet ismanoeDiabetescara mengatasi diabetes

Berita Lainnya

Berita

Terbaru