Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kota Malang Berjalan Signifikan, Tahun Depan Pemkot Gencarkan Ini

Dec 14, 2021 19:06
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).

JATIMTIMES - Program vaksinasi Covid-19 dari Pemerintah Pusat tampaknya berjalan dengan signifikan di Kota Malang. Pasalnya, perlahan target warga yang divaksin telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Hal itu terbukti, di masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Jawa-Bali mulai 14 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022 mendatang, status Kota Malang masuk pada PPKM Level 1.

141221_jempol-vaksinasi.psded4b7af25ee49694.png

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, salah satu faktor penunjang itu lantaran capaian vaksinasi Covid-19 sudah memenuhi target. Yakni, untuk vaksinasi dosis pertama mencapai 99,89 persen, dosis kedua mencapai 90 persen.

Kemudian, vaksinasi Lansia dosis pertama di angka hampir 68 persen. Serta, vaksin booster untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) sudah mencapai 110 persen.

Wali Kota Malang Sutiai menyatakan, dengan terus menerus upaya yang dilakukan untuk menyukseskan program vaksinasi tersebut, diharapkan akhir tahun 2021 ini dosis pertama bisa tuntas 100 persen. Dengan begitu akan semakin kuat herd immunity di Kota Malang yang terbentuk.

Kominfo-vaksinasidfe8627f3b5170af.jpg

"Kami berharap memang tahun ini sudah 100 persen. Ketika itu tercapai, herd immunity akan semakin kuat. Karena munculnya varian baru Covid-19 Omicron ini menjadi kewaspadaan bersama," ujarnya.

Meski, memang untuk vaksinasi Lansia masih terus akan digencarkan. Bahkan, menjadi salah satu fokus di tahun depan, bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

"Lansia kemarin itu kan kendalanya saat skrining. Karena kalau tensi angka bawah udah 90 harus dihentikan. Tapi percepatan vaksinasi tetap dilakukan, anak-anak usia 6-11 tahun itu juga nanti di tahun depan," terangnya.

logo-pemkot-saja5b259ae252720704.png

Sementara, berkaitan dengan vaksin booster atau dosis ketiga bagi masyarakat umum, Sutiaji belum memberikan kepastian jelas. Menurutnya, hal itu masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.

"Kami belum berpikir apakah ada vaksin booster atau tidak. Menunggu pusat ya, misalnya sudah tangguh dengan 2 vaksin aja, dan sudah tidak pandemi, sudah endemi ya kenapa harus vaksin ketiga," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan, capaian vaksinasi saat ini belum merupakan total dari taget sasaran warga Kota Malang sejumlah 856.000. Dari data yang ada saat ini, adalah hasil perhitungan yang masuk dalam dashboard KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Artinya, dalam dashboard itu hasil saat ini berdasarkan jumlah suntikan atau jumlah vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat yang ada di Kota Malang. 

"Kita upayakan supaya nanti 31 Desember sudah bisa dosis pertama 100 persen, kan kurang 0 sekian persen. Dari capaian target itu, total sasaran kita 856.000 nanti akan kita filter lagi di Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) untuk memastikan berapa warga Kota Malang yang sudah divaksin," terangnya.

Kominfo-vaksinasi27f0c741bb4217fa0.jpg

Di tahun 2022 mendatang, dikatakan Husnul, selain fokus pada optimalisasi vaksinasi untuk Lansia, anak-anak usia 6-11 tahun, juga akan menyasar kepada warga Kota Malang yang belum menjalani vaksinasi sesuai data dari Dispendukcapil.

Salah satu upayanya, bisa dimungkinkan melalui penjadwalan untuk vaksinasi anak-anak. Sebab, nantinya proses penyuntikan akan didampingi oleh walinya.

"Kalau nanti sudah kita jadwalkan untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun, ini kan ada pendampingnya. Misal mungkin pendampingnya ini belum vaksin, ya kita lakukan vaksin. Sekaligus jemput bola disitu," katanya.

Tak hanya itu, Husnul menyebut, pelaksanaan vaksinasi ini juga tetap dengan melibatkan pejabat wilayah setempat. Dalam hal ini, untuk koordinasi siapa saja warga yang belum divaksin.

"Sehingga nanti, melalui pak Camat, Lurah, RT dan RW kita koordinasikan untuk mendata warganya yang belum vaksin. Itu yang menjadi target kita di tahun depan," pungkasnya.

Topik
VaksinasiVaksinasi Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru