Setelah Desa Mojorejo, Kini Desa Tulungrejo Diresmikan Jadi Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama

Dec 14, 2021 18:08
Salah satu tarian bali yang ditarikan dalam peresmian Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama di Balai Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (14/12/2021). (Foto: istimewa)
Salah satu tarian bali yang ditarikan dalam peresmian Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama di Balai Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (14/12/2021). (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Satu lagi desa di Kota Batu resmi menyandang Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama setelah diresmikan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko di Balai Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (14/12/2021). Dengan demikian kini Kota Batu memiliki 2 Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama.

Yakni, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo yang pertama jadi Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama. Serta terbaru di Desa Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Tidak jauh berbeda dengan Desa Mojorejo, alasan dikukuhkannya Desa Tulungrejo karena di sana memiliki penduduk yang heterogen dari berbagai latar belakang agama.

“Di desa tersebut juga memiliki rumah ibadah minimal tiga agama yang berbeda dan kriteria terakhir adalah mampu membangun lingkungan yang rukun bahkan bisa saling gotong royong antar umat beragama,” ucap  Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Batu, Muhammad Ruba'i.

Karena beberapa kriteria itu, Desa Tulungrejo menjadi Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama. Keberadaan 2 desa tersebut ke depannya bisa dikembangkannya desa/kelurahan sadar kerukunan umat beragama sebagai upaya keberagaman itu tidak mudah terpecahkan.

Seperti di Desa Mojorejo, masyarakat di sana hidup rukun. Bahkan hidup berdampingan meski berbeda agama. Di sana juga tempat ibadah masjid dan gereja berdampingan. Juga saling mengapresiasi dan saling bekerja sama warganya. 

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batu Agoes Machmoedi menambahkan, kerukunan umat beragama adalah modal dasar dan aset bangsa untuk pembangunan.

“Semoga Desa Tulungrejo juga bisa mendapatkan penghargaan Harmony Award seperti Desa Mojorejo,” harap Agus.

Sedang Dewanti Rumpoko menjelaskan, meskipun Kota Batu merupakan kota kecil, tapi kota berkualitas. Di mana kualitas dalam kerukunan antar umat beragamanya sangat luar biasa dan harmonis. 

“Ketika kita bersatu, tidak akan mudah dipecahbelah dan bisa terus maju bersama. Semoga semua yang ada di Kota Batu terbuka terhadap perbedaan, berhati lapang dan bijak,” jelas Dewanti.

Topik
Zainul Arifin Kadin LumajangWalikota BatuDesa Tulungrejo Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru