Berdayakan Eks Napiter di Jatim, BNPT Bangun KKTN di Turen

Dec 14, 2021 17:48
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol Boy Rafli Amar bersama Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Maskuri, menjelaskan terkait kerjasama pembangunan KKTN di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Selasa (14/12/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol Boy Rafli Amar bersama Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Maskuri, menjelaskan terkait kerjasama pembangunan KKTN di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Selasa (14/12/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sinergitas lembaga antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan Universitas Islam Malang (Unisma) menghasilkan kesepakatan terkait pembangunan Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) di tanah seluas 15 hektare di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. 

Kepala BNPT RI Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, pembangunan KKTN di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang tersebut untuk memberdayakan eks narapidana terorisme (napiter) yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

"Kawasan khusus ini (KKTN) sebuah wilayah yang sengaja dirancang dengan memiliki tiga aspek, yakni aspek edukasi, ekonomi dan tourism (wisata)," ungkap Jenderal polisi bintang tiga yang akrab disapa Boy ini, Selasa (14/12/2021). 

Tandatangan.

Setidaknya, dalam catatan BNPT RI untuk di wilayah Provinsi Jatim terdapat sekitar 130 eks napiter. Di mana dari sekitar 130 eks napiter tersebut, 40 diantaranya berada di Malang. "Kemudian di Lamongan itu antara 40 sampai 50, yang lainnya masih ada di Sidoarjo, ada di Mojokerto, ada di Magetan," ujar Boy. 

Nantinya, khusus 40 orang eks napiter yang berada di Malang tersebut akan masuk dalam keanggotaan koperasi yang berada di KKTN. Namun, jumlah tersebut bisa saja bertambah, tergantung jumlah napiter yang keluar dari lembaga pemasyarakatan. 

Tidak berhenti di situ, nantinya BNPT RI juga akan membuat program-program pembekalan di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta mengembangkan unit usaha melalui koperasi. Di mana hal ini berkaitan dengan deradikalisasi di luar lembaga pemasyarakatan. 

"Koperasi ini nanti dengan lahan yang disediakan oleh Pemkab Malang akan kita manfaatkan. Pertama untuk Warung NKRI, Wadah Akur Rukun Usaha Gelorakan Negara Kesatuan Republik Indonesia," terang Boy.

Tandatangan.

Kemudian yang kedua berkaitan dengan segala urusan dari berbagai unit usaha, seperti di bidang pertanian, peternakan hingga perikanan air tawar. Hal itu diharapkan dapat bersinergi dengan Unisma untuk kegiatan studi ketahanan pangan. 

"Sehingga adanya semacam simbiosis mutualisme di dalam kolaborasi di dalam kawasan yang dimiliki oleh Pemkab Malang di Kecamatan Turen," kata Boy. 

Untuk pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan di koperasi yang dikelola oleh eks napiter, nantinya BNPT RI juga akan menjalin koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait untuk mendukung upaya pemberdayaan eks napiter. 

"Karena kita terakses dengan 46 kementerian/lembaga. Jadi tinggal kita nanti butuh apa, kita koordinasi, kita jelaskan konsep kita, dan tentunya kami yakin akan ada pemenuhan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam pemberdayaan lahan yang ada saat ini," jelas Boy. 

Untuk diketahui, di Indonesia sendiri tidak semua wilayah menggunakan konsep kawasan khusus, tetapi menggunakan bentuk yayasan. Boy menyebut bentuk yayasan tersebut diantaranya terletak di Deli Serdang, Sumatera Utara, di Poso, Sulawesi Tengah, di Kalimantan Timur, di Lamongan, Jawa Timur, di Makassar Sulawesi Selatan.

"Ini adalah bagian dari kita melakukan pembinaan lanjutan agar mereka tidak menjadi residivis dan kejahatan terorisme, kita ingin yang sudah mengikuti program deradikalisasi, kembali ke masyarakat menjadi orang yang baik, tentunya mencintai NKRI itu yang penting," tandasnya. 

Cinderamata.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menyampaikan, nantinya pihak Unisma juga akan menerjunkan tim ahli untuk membantu penyusunan masterplan terkait pembuatan KKTN dengan memanfaatkan lahan 15 hektare tersebut. 

"Termasuk Warung NKRI itu modelnya seperti apa. Harus jelas dulu baru kita akan melangkah secara bertahap," kata Maskuri. 

Hal itu juga menentukan mulai kapan akan dikerjakan dan menentukan skala prioritas pembangunan KKTN tersebut. Karena nantinya harus bekerja secara sistematis dan melakukan percepatan untuk memberikan edukasi kepada para eks napiter. 

Pihaknya mengaku, sudah memiliki gambaran terkait KKTN tersebut. Di mana di dalamnya akan diisi dengan kegiatan di bidang peternakan, pertanian, perikanan dan koperasi. "Kemudian juga ada ruang untuk melakukan suatu kajian-kajian bersama. Karena apapun ini kan akademik ya, yang di Unisma termasuk pendidikan dan pelatihan yang di situ, ya tersentral," tutur Maskuri. 

Nantinya, jajaran dosen dan mahasiswa akan dilibatkan untuk mengembangkan KKTN. Karena dengan program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka akan mendapatkan momentum yang tepat. 

Lebih lanjut, Bupati Malang Sanusi mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kecamatan Turen yang berada di wilayah Kabupaten Malang untuk pembuatan KKTN bagi eks napiter di Jawa Timur. Dan juga pihak Unisma yang telah bersedia bekerjasama dengan BNPT RI dan Pemkab Malang dalam pembuatan KKTN. 

"Karena dengan berkolaborasi dan kerjasama, Kabupaten Malang akan semakin dikenal oleh semua pihak dan juga bisa memberikan manfaat banyak orang," pungkas Sanusi.

Topik
Badan Nasional Penanggulangan Terorismekue ontbijtkoekunisma malangPemkab Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru