Masih Situasi Pandemi Covid-19, Pemkot Malang Berhasil Raih Sederet Prestasi Bergengsi di Tahun 2021

Dec 14, 2021 12:32
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat menerima penghargaan Meritokrasi tahun 2021. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat menerima penghargaan Meritokrasi tahun 2021. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

JATIMTIMES - Masa pandemi Covid-19 yang urung juga usai di tahun 2021 ini tak menyurutkan inovasi-inovasi dalam pelayanan publik di Kota Malang. Hal itu terlihat hingga awal Desember 2021 ini, sudah ada 20 penghargaan diboyong kota berjuluk Kota Pendidikan ini.

Penghargaan-penghargaan itu mulai dari tingkat regional hingga nasional. Mencakup keberhasilan dalam pemulihan ekonomi, pendidikan, pengelolaan pemerintahan, keterbukaan informasi, hingga kepemimpinan.

REV-01061a0c3874302523.png

Di awal tahun, Kota Malang berhasil meraih Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) predikat terbaik kedua kategori kota PPD Terbaik Kabupaten / Kota Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Malang Sutiaji, di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis 15 April 2021.

kota-malang-1-01234b0f1f739394ed.png

Masih di bulan yang sama, Kota Malang berhasil menorehkan sejarah baru dengan dicapainya Predikat A Hasil SAKIP 2020. 

Penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang atas prestasinya dalam Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020 itu diberikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo dalam ajang SAKIP RB Award 2020 pada Rabu 22 April 2021.

kota-malang-2-027cc12ea617141a51.png

Dengan raihan prestisius ini, Kota Malang menjadi satu dari 11 kabupaten/kota yang berhasil meraih predikat A dari total 508 kabupaten/kota yang dievaluasi secara menyeluruh dan berjenjang oleh tim yang dibentuk KemenPAN RB.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan penghargaan yang ditorehkan tersebut menjadi salah satu motivasi Pemkot Malang untuk terus melaksanakan pembangunan secara terarah di wilayah Kota Malang. Sehingga, ke depannya akan terus dilakukan inovasi-inovasi dalam pembangunan daerah. Salah satunya, melalui percepatan perluasan digitalisasi di berbagai sistematika pelayanan publik. Seperti, peningkatan transaksi non tunai di Kota Malang.

kota-malang-3-03d1612b1431ab04a2.png

"Ini sebagai motivasi kita untuk terus berinovasi. Meskipun di Kota Malang beberapa pasar dan pusat perbelanjaan telah menerapkan sistem pembayaran non tunai, namun di berbagai bidang lainnya juga akan kita laksanakan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan sistem non tunai," ujarnya.

Penghargaan lainnya, di awal Mei 2021, sebanyak 42 Sekolah jenjang SD menerima Anugerah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur. Prestasi membanggakan itu diberikan pada tanggal 5 Mei 2021.

kota-malang-4-049b80408208a6cabf.png

Di akhir Mei, tepatnya 28 Mei 2021, Kota Malang menerima Penghargaan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP Tahun 2020. Penghargaan diberikan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Joko Agus Setyono di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur Surabaya.

Predikat WTP untuk Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2020 itu berhasil diraih sebanyak 10 kali secara berturut-turut.

Torehan prestasi selama 10 kali berturut-turut ini, dijelaskan Sutiaji sebagai bentuk komitmen bersama antar seluruh elemen di Pemkot Malang. Baginya, prestasi ini tidak gampang untuk dipertahankan. Mengingat, banyak indikator yang harus dipenuhi untuk hal itu. Predikat ini menjadi acuan untuk semakin meningkatkan kinerja Pemkot Malang agar lebih transparansi dan akuntabel. 

"Pemerintah Kota Malang akan terus mempertahankan predikat tersebut dengan peningkatan kinerja dengan transparansi dan akuntabel pada pelaporan keuangan daerah," terangnya.

Prestasi membanggakan selanjutnya adalah penghargaan Leader In Smart Governance yang diberikan kepada Wali Kota Malang Sutiaji pada program Indonesia Visionary Leader 2021. Penghargaan tersebut diberikan pada Kamis 9 September 2021 di MNC Conference Hall, INews Tower, Jakarta.

Kuatnya pertumbuhan perekonomian di Kota Malang meski di masa pandemi Covid-19, utamanya bagi ekonomi kerakyatan berbasis e-commerce telah membawa nama Sutiaji meraih prestasi tersebut.

Dalam ajang malam Inaugurasi Indonesia Visionary Leader 2021, pria yang kerap disapa Sam Sutiaji itu menerima secara resmi thropy penghargaan sebagai Leader In Smart Governance. 

Prestasi-Kota-Malang-1d9c27b585e1eaaac.jpg

Acara itu juga dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Menpan-RB Tjahjo Kumolo dan Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.

Dengan penghargaan tersebut Sutiaji berharap Kota Malang mampu untuk terus bertumbuh dan berkembang di era Society 5.0. Terlebih di masa pandemi ini, Kota Malang terbilang tetap eksis dengan berhasilnya dalam meningkatkan 123 persen pertumbuhan perekonomian berbasis e-commerce.

"Ini bukti bahwa masyarakat Kota Malang adalah masyarakat yang melek digital. Bahkan beberapa pasar rakyat juga telah menerapkan pembayaran cashless, bagian dari mewujudkan smart city," terangnya.

Bukan hanya itu, Penghargaan TOP BUMD Awards 2021 juga berhasil diperoleh Kota Malang. Melalui Perumda Tugu Tirta, Kota Malang berhasil menyapu tiga gelar nominasi.

Yakni, BUMD Perumda Air Minum Terbaik, Top CEO BUMD 2021 serta Top Pembina BUMD 2021 untuk Wali Kota Malang, Sutiaji. Penyerahan penghargaan berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, Jumat 10 September 2021.

Masih di bulan September, Kota Malang berhasil meraih Penghargaan TPID Award 2021 dengan predikat Kota Malang Berkinerja Terbaik.

Predikat tersebut disematkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Ballroom Hotel Shangrila Surabaya pada Selasa 14 September 2021.

Apresiasi tersebut diserahkan secara langsung oleh Asisten Deputi Kemenko Perekonomian RI dan disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawasa kepada Wali Kota Malang Sutiaji.

Apresiasi ini diberikan, karena Kota Malang dinilai mampu mengendalikan inflasi, utamanya di masa pandemi Covid 19.

Selanjutnya, Kota Malang berhasil meraih Opini WTP dari Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu). Atas prestasi itu, Kota Malang mendapat bantuan Rp 10 Miliar. Penghargaan diberikan di Ball room Hotel Kokoon Banyuwangi pada 29 Oktober 2021.

Inovasi Si Ikan Nila yang dikembangkan Pemerintah Kota Malang juga membuahkan hasil positif. Melalui inovasi yang dikembangkan Kelurahan Bakalankarajan itu, Kota Malang meraih Top Inovasi Pelayanan Publik 2021 dalam ajang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021.

Ajang tersebut menjadi pembuktian bahwa pelayanan publik di Kota Malang tidak hanya sebatas rutinitas semata, tapi terus dikembangkan untuk inovasi dan kreativitasnya.

Penghargaan tersebut diberikan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia pada Selasa 9 September 2021.

Penghargaan bertambah, Kota Malang berhasil menyabet Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2021 dengan Kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

Pemberian penghargaan tersebut dilangsungkan secara virtual di seluruh Indonesia pada 13 Oktober 2021. Penghargaan ini merupakan yang pertama dan akan terus ditingkatkan Pemkot Malang agar bisa meraih predikat yang lebih tinggi di kategori Madya, hingga utama.

Berbagai upaya yang akan dioptimalkan oleh Pemkot Malang, melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) utamanya guna menguatkan terwujudnya kesetaraan gender.

Pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital, Kota Malang kembali menorehkan prestasi. Wali Kota Malang Sutiaji didapuk sebagai Outstanding Local Leader in Creative Economy Development dalam Eksekutif Awards 2021 Kategori ‘The Best Regional Leaders’.

Penghargaan diberikan karena Pemkot Malang di bawah kepemimpinan Sutiaji dinilai mengerti dinamika dan peluang dalam perkembangan digitalisasi, dengan memaksimalkan pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital sebagai sektor unggulan pemerintah administratif kota tersebut.

Prestasi-Kota-Malang-243eb6cc8125124b7.jpg

Perolehan membanggakan juga ditunjukkan Pemerintah Kota Malang pada awal November 2021. Kota Pendidikan ini meraih Peringkat Pertama Transaksi Terbanyak Jatim Bejo. Penghargaan diberikan di Dyandra Convention Center Surabaya, pada Senin 22 November 2021.

Hingga 31 Agustus, Kota Malang tercatat telah melakukan transaksi belanja di Jatim Bejo sebanyak Rp 2.959.536.672,00. Diraihnya prestasi ini sejalan dengan komitmen Pemkot Malang untuk terus menguatkan peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui digitalisasi. Sehingga, produk-produk lokal semakin dikenal luas.

Kepemimpinan Sutiaji lagi-lagi mendapat apresiasi. Kebijakan mengembangkan strategi pemulihan di masa pandemi Covid-19 berhasil membawa Sutiaji menerima Penghargaan "Leading In The Time Of Crisis" Indonesia Award 2021. Penghargaan diberikan di i News Tower  Jl. Kebon Sirih  17-19 Jakarta Pusat. 

Prestasi selanjutnya, Pemerintah Kota Malang meraih Terbaik I Nasional Anugerah Media Kehumasan Kategori Website
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Ini merupakan raihan perdana bagi Kota Malang sepanjang keikutsertaan dalam ajang AMH. Malam Anugerah Media Kehumasan (AMH) 2021 yang digelar di Hotel Merusaka, Nusa Dua Bali, Kamis 4 November 2021.

Seolah tak mau ketinggalan, dunia pendidikan Kota Malang lagi-lagi telah menyumbangkan prestasi. Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK 1078/MENLHK/P2SDM/SDM.2/2021 ada empat sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri 2021 yakni SDN Bareng 3, SDN Sukun 1, SMPN 18 Malang, SMPN 2 Malang.

Fokus Pemkot Malang dalam mewujudkan wilayahnya sebagai industri ekonomi kreatif juga membuahkan hasil. Hal itu terbukti dengan berhasilnya Kota Malang mempertahankan predikat Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia di tahun 2021. Penobatan ini, dilangsungkan pada Selasa, 30 November 2021.

Penghargaan ini semakin menjadi bukti bahwa Kota Malang mampu dan terus menguatkan pertumbuhan ekonomi kreatif. Apalagi, tren global saat itu mulai mengarah ke industri digital membuat Kota Malang menjadi ladang tumbuhnya ekosistem dalam subsektor aplikasi dan game ini.

"Kami ingin ke depan bukan hanya subsektor aplikasi dan game saja, tapi juga bisa dari 17 subsektor lainnya mampu diraih Kota Malang," ungkap Sutiaji.

Prestasi-Kota-Malang-3400940f244b93208.jpg

Berikutnya, Kota Malang meraih penghargaan Revitalisasi dan Penguatan Ekonomi UMKM Pada Masa Pendemi Covid-19 Gatra Award. Penghargaan ini diberikan karena kiprah ciamik Pemkot Malang dalam menggagas strategi pendogkrakan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19. Salah satu kiprah Pemkot Malang yang diapresiasi Gatra adalah dibangunnya digitalisasi produk UMKM.

Kota Malang juga berhasil meraih Penghargaan Lentera IDEA 2021 kategori Pemerintah Daerah Inspirasi Perubahan Bidang Teknologi dan Komunikasi.

Penghargaan ini diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang M Nur Widianto pada Minggu, 5 Desember 2021.

Peran aktif Kota Malang dalam pembentukan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) sampai ke tingkat kecamatan juga membuahkan hasil. Dalam ajang Forikan Award 2021, Kota Malang meraih Forikan Terbaik. Hal ini semakin menguatkan program pemerintah untuk terus mengajak masyarakatnya gemar makan ikan. 

Keberhasilan lain, Pemkot Malang mampu meraih Anugerah Meritokrasi Tahun 2021 kategori baik. Wali Kota Malang Sutiaji secara langsung menerima penghargaan itu dari Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Agus Pramusinto, di The Westin Grand Ballroom Surabaya, Selasa 7 Desember 2021. 

Prestasi-Kota-Malang-443128c41004a783d.jpg

Anugerah Meritokrasi tahun 2021 ini menjadi bukti bahwa Pemkot Malang telah menerapkan sistem merit dengan baik, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Artinya, tata kelola manajemen ASN dinilai telah berjalan baik.

Sederet prestasi ini diharapkan Sutiaji akan lebih memacu Perangkat Daerah (PD) Pemkot Malang untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Tentunya, dengan berbagai inovasi-inovasi lain secara konsisten dan berkualitas.

"Tentu kami minta untuk tidak berpuas diri. Banyak hal yang bisa dikembangkan, tetap berinovasi dalam memberikan pelayanan publik. Dan harus secara continue, sehingga terwujud umber daya ASN di Pemerintah Kota Malang yang kompeten dan unggul," pungkasnya.

Topik
Kota MalangSutiajiKhofifah Indar Parawansa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru