Penanganan Covid-19 Semakin Baik, Kota Malang Berhasil Berstatus PPKM Level 1

Dec 14, 2021 11:24
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penanganan covid-19 di Kota Malang semakin menunjukkan hasil yang signifikan. Terbukti, di masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Jawa-Bali 14 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022 mendatang, Kota Malang sudah berstatus PPKM Level 1.

Penurunan level untuk Kota Malang ini, menurut Wali Kota Malang  Sutiaji, lantaran hasil evaluasi dari pemerintah pusat dalam masa penanganan covid-19 di Kota Malang sudah semakin baik dalam pertimbangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

"Dalam inmendagri yang terbaru, Kota Malang sudah di level 1. Kita akan kuatkan. Mudah-mudahan kita mampu mempertahankan penyebaran covid-19," ujarnya, Selasa (14/12/2021).

Hal itu dibarengi pula dengan perkembangan positivity rate Kota Malang saat ini yang dinilai lebih baik. Hingga, capaian vaksinasi dosis pertama yang sudah di angka 99, 89 persen. Kemudian capaian untuk dosis kedua sudah di angka 90 persen. Sedangkan lansia sudah hampir mencapai 68 persen.

"Alhamdulillah, vaksinasi kita sudah 99 persen. Kurang 0,1 persen menuju 100 persen. Kita optimistis untuk itu," ujar Sutiaji.

Sebelumnya Kota Malang masuk wilayah  PPKM Level 2. Dengan turun level ini, akan lebih banyak lagi penyesuaian kelonggaran aktivitas di tempat umum. Kebijakan baru nanti akan menyesuaikan dengan aturan inmendagri PPKM level Jawa-Bali. "Aturan sesuai inmendagri. Nanti kita keluarkan SE (surat edaran)-nya," tandasnya.

Untuk diketahui, selain Kota Malang, dua daerah di Malang Raya, yakni Kota Batu dan Kabupaten Malang, juga turun status PPKM Level 1. Adapun dalam pelonggaran aktivitas masyarakat, pemerintah juga kembali memberikan penyesuaian sesuai aturan Inmendagri Nomor 67 Tahun 2021 PPKM alevel 1, 2 dan 3 di Jawa-Bali.

Untuk wilayah PPKM Level 1, soal makan dan minum di tempat umum semisal warteg hingga PKL diatur operasionalnya sampai pukul 22.00 dengan kapasitas maksimal 75 persen. Aturan yang sama juga berlaku untuk restoran makan, kafe di dalam gedung, atau toko dan area terbuka.

Sedangkan operasional kafe yang dimulai malam hari diizinkan lebih panjang mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 00.00 dengan kapasitas 75 persen. Lalu, kegiatan di mal dibuka dengan kapasitas 100 persen sampai pukul 22.00. Anak di bawah 12 tahun boleh masuk dengan pendampingan orang tua.

Kapasitas bioskop diatur 70 persen dan hanya pengunjung kategori hijau dan kuning yang boleh masuk. Restoran dalam area bioskop boleh dine in dengan maksimal kapasitas 75 persen dan durasi makan 60 menit. Serta, pelaksanaan resepsi pernikahan boleh 75 persen kapasitas.

Topik
Kota MalangWali Kota Malang SutiajiKota Malang turun level PPKMBerita olahraga Lumajang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru