Disnaker Kabupaten Malang Berangkatkan 11 Orang ke Aceh

Dec 13, 2021 19:18
Kadisnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo (kiri) secara simbolis memberikan bantuan kepada transmigran (foto: Disnaker Kabupaten Malang for JatimTIMES)
Kadisnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo (kiri) secara simbolis memberikan bantuan kepada transmigran (foto: Disnaker Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang pada penghujung tahun 2021 ini, memberangkatkan dua keluarga ke lokasi transmigrasi, Senin (13/12).

Dua kepala keluarga (KK) ini terdiri dari 11 jiwa. Mereka adalah Mochamad Ali Murtadho bersama istri dan empat anaknya. Ali berasal dari Ngijo, Karangploso. Serta Riwi Riyanto yang berangkat dengan istri, seorang anak yang masih berusia 7 bulan dan kedua orang tuanya. Riyan berasal dari Mangunrejo, Kepanjen. 

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo menjelaskan bahwa 11 jiwa tersebut diberangkatkan menuju UPT Sigulai, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Padahal lanjut Yoyok, sebetulnya tahun ini Kabupaten Malang tidak mendapatkan kuota untuk pemberangkatan transmigran.

“Tapi Kabid Transmigrasi (Sri Wahyuning) dan tim dari bidang transmigrasi berjuang hingga ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Hasilnya kami mendapatkan kuota,” kata Yoyok saat pemberangkatan.

Saat ini di Jawa Timur, hanya Kabupaten Malang yang mendapatkan kuota untuk memberangkatkan transmigran ke UPT Sigulai, Kabupaten Simeulue, Aceh.

Yoyok menjelaskan, sebelum berangkat para transmigran mendapatkan bekal keterampilan mengolah hasil pertanian. Pembekalan yang diberikan oleh Disnaker itu bertujan untuk meningkatkan kemampuan para transmigran, serta bermanfaat untuk kehidupan di tanah rantau.

Selanjutnya, di lokasi transmigrasi, nantinya transmigran akan mendapatkan fasilitas berupa lahan pertanian seluas dua hektar beserta satu unit rumah siap huni, yang disediakan pemerintah pusat. Selain itu, lanjut Yoyok, mereka juga akan mendapatkan biaya hidup selama 12 bulan dari pemerintah pusat.

Yoyok berpesan kepada transmigran agar berkomitmen untuk melaksanakan transmigrasi secara maksimal. “Kami tidak ingin ada yang pulang diam-diam ke Jawa dan tidak kembali lagi ke daerah transmigrasi,” ungkap Yoyok.

Tapi ada yang berbeda dengan pemberangkatan transmigran kali ini. Bantuan tidak hanya diberikan oleh pemerintah. Namun, dua perusahaan di Kabupaten Malang juga berpartisipasi. Mereka adalah PT New Minatex dan PT Sumber Abadi Bersama. Kedua perusahaan tersebut memberikan santunan kepada peserta transmigrasi.

“Kami hanya berniat membantu saja dan ini pertama kalinya kami membantu untuk transmigran,” kata Human Resource Development PT New Minatex, Teguh Handoko.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi, Wahyuning Sri Suharti menjelaskan, hari ini para transmigran berangkat dari kantor Disnaker menuju Wisma Transito di Surabaya. “Wisma ini khusus bagi para transmigran dari Jawa Timur sebelum menuju daerah tujuan. Selanjutnya, menuju Jakarta dan terbang ke Aceh,” tutur Wahyuning.

Sementara itu salah satu transmigran, Riwi Riyanto menjelaskan, niatnya mengikuti program transmigrasi karena ingin mengubah nasib. Dia ingin kehidupan yang lebih baik daripada di Jawa.

“Kami ingin mengubah nasib dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah,” kata Riwi.

Topik
Transmigrasimalang creative studentsDisnaker Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru