Terimbas Erupsi Semeru, Distribusi BBM ke Wilayah Candipuro Dialihkan

Dec 13, 2021 17:22
Pemberangkatan mobil tangki di Depo Pertamina Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pemberangkatan mobil tangki di Depo Pertamina Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Terjadinya bencana erupsi Semeru pada Sabtu (4/12/2021) lalu, berimbas ke berbagai sektor. Seperti, akses jalan penghubung Jembatan Gladak Perak di Kabupaten Lumajang yang terputus.

Hal ini menghambat berbagai aktivitas keluar masuk hingga pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM). Putusnya jembatan penghubung wilayah Lumajang-Malang ini, membuat distribusi BBM dari Pertamina Malang ke 5 titik Pertashop yang berada di wilayah Candipuro, Kabupaten Lumajang terhenti.

Fuel Manager terminal Pertamina Malang Sidhi Pratomo mengungkapkan, mengatasi hal tersebut pihaknya telah mengajukan permohonan pengalihan distribusi. Dalam hal ini kepada Depo Pertamina Surabaya untuk bisa melakukan distribusi BBM ke wilayah Candipuro.

"Putusnya Jembatan Gladak Perak sangat berdampak, terutama di lembaga penyalur. Kami ada 5 Pertashop di Candipuro yang sekarang gak bisa kami suplai (BBM) dari Depo Malang. Akhirnya kami mengajukan permohonan distribusi dari Depo Pertamina Subaraya," ujarnya, Senin (13/12/2021).

Proses distribusi itu, dijelaskannya, Depo Pertamina Surabaya akan melewati jalur Lumajang langsung ke Pronojiwo untuk bisa melayani Pertashop di wilayah Candipuro. Sementara, Depo Pertamina Malang sendiri juga  mengirimkan satu kendaraan untuk membantu pendistribusian BBM ke wilayah Candipuro, Kabupaten Lumajang melalui Depo Pertamina Surabaya.

"Kami juga kirimkan armada ke Surabaya untuk membantu khusus pelayanan ke Pertashop Candipuro," jelasnya.

Metode penyuplaian ini akan terus dilakukan oleh pihak Pertamina hingga jembatan Gladak Perak bisa normal kembali. Shidi menyebut, lima titik terdampak itu biasanya mampu menjual di kisaran 900 liter sampai 1.200 liter.

"Pertashop kapasitasnya 3.000 liter, di lima tempat ini rata-rata 900 liter sampai 1.200 liter. Kemarin data tersebut sudah kami sampaikan ke Surabaya. Dan ini masih menunggu jembatan diperbaiki sampai normal kembali. Untuk Candipuro ini ke Surabaya (suplai BBM)," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, di masa menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mendatang, pendistribusian ke wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru turut menjadi perhatian.

Menurutnya, jika ditemui ada permasalahan di daerah-daerah seperti di Lumajang saat ini, hal itu memang dialihkan kepada pihak Surabaya yang akan mengcover permasalahan tersebut.

"Pertamina ketika ada masalah-masalah di daerah, maka boleh dicover. Ada kejadian kemacetan yang crowded di wiayah Blitar akan di cover Tulungagung, Lumajang nanti dicover oleh bisa surabaya maupun Banyuwangi," ungkapnya.

Karena dengan kondisi ketersediaan BBM yang dipastikan aman, tetap harus dilakukan antisipasi pelayanan pendistribusian itu. Meski, tak dipungkiri hal itu bisa menjadikan harga barang mengalami kenaikan.

"Kalau ketersediaan ini sudah bagus. Problemnya sudah diantisipasi, seperti keterjangkauan melalui transportasinya. Kalau ini tak teratasi, kadang bisa membuat harga melambung juga. Ini yang harus diantisipasi," pungkasnya.

Topik
erupsi semeruDistribusi BBMPertamina Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru