Dukungan Maju Ketum PBNU kepada KH Marzuki Mustamar Terus Mengalir, Kali Ini dari Pendiri Ponpes Minhajutthullab Jember

Dec 13, 2021 14:23
Pendiri dan pengasuh PP Minhajutthullab Tanggul, Jember, KH Fahrurroji Syafi'i SPdI MAP (kiri) saat bersama KH Marzuki Mustamar. (Ist)
Pendiri dan pengasuh PP Minhajutthullab Tanggul, Jember, KH Fahrurroji Syafi'i SPdI MAP (kiri) saat bersama KH Marzuki Mustamar. (Ist)

JATIMTIMES - Dukungan terhadap Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar untuk maju sebagai calon alternatif ketua umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mengalir dari para ulama. Kali ini dukungan datang  dari KH Fahrurroji Syafi'i SPdI MAP, pendiri dan pengasuh PP Minhajutthullab, Tanggul, Jember. 

Kiai yang akrab disapa Gus Rozi itu mengatakan, sosok KH Marzuki Mustamar mempunyai kepribadian yang luar biasa. Menurut dia,  sosok pengasuh pondok pesantren Sabilurrosyad Malang itu memiliki kelebihan dibandingkan dengan kepemimpinan saat ini.

"Beliau itu pintar 'ngemong'. Pintar ngemong ini tidak semua pemimpin bisa. Kami dari Jember 100 persen all-out mendukung beliau, meminta beliau bersiap, dan alhamdulillah beliau siap," ujarnya.

1

Bukan hanya itu. Sosok KH Marzuki Mustamar yang sederhana dinilai memiliki segudang pengalaman. Pengalaman KH Marzuki dalam berorganisasi  tentunya tak bisa diragukan. Disebutkan, KH Marzuki mulai berkiprah dari IPNU, Anshor, ketua pengurus cabang hingga pengurus wilayah.

"Ini sebuah pengalaman yang luar biasa menurut saya," ujar ketum Forum Komunikasi Pengasuh Pondok Pesantren Daerah(FKP3D) Kabupaten Jember ini.

Lebih lanjut pria yang juga ketum ALBUM (Alumni Manbaul Ulum) Mberasan, Muncar, Banyuwangi ini menyampaikan, sosok KH Marzuki Mustamar juga memegang teguh tradisi NU. Apalagi, falam pemilihan ketua umum PBNU, KH Marzuki tidaklah mencalonkan, melainkan dicalonkan. 

Tradisi inilah yang kemudian menurut Gus Rozi haruslah dirawat, di-uri-uri, dan dipelihara. Dalam tradisi NU, tidak ada figur yang mencalonkan, bahkan sejak kepemimpinan terdahulu.

"Mulai dari Mbah Yai As'ad, Mbah Yai Mahrus, bahkan Rais Aam Kiai Ahmad Shidiq itu juga tidak mencalonkan, tapi dicalonkan. Kami sangat mantap kalau sesuai hadis nabi yang dijelaskan Abu Hurairah. Jangan kau minta jadi pemimpin. Artinya beliau (KH Marzuki Mustamar) ini merasa tidak layak. Karena ketawadu' an inilah yang menurut kami beliau cocok untuk duduk di kursi ketum," terangnya.

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan kondisi saat ini. Sepengetahuan Gus Rozi, para calon ketum ini maju dan mencalonkan diri. Sehingga hal ini kembali ditegaskan bukan tradisi NU. 

“Insya Allah kami juga akan berangkat ke Lampung untuk mengawal terkait pencalonan kami terhadap KH Marzuki Mustamar,” ucap Gus Rozi.

Pihaknya juga menegaskan bahwa  KH Marzuki Mustamar merupakan sosok yang diterima berbagai lapisan. Dengan begitu, dirinya yakin sosok KH Marzuki Mustamar mampu merangkul semua pihak di luar NU yang sebenarnya merupakan NU. "Saya yakin mampu. Beliau mengedepankan kemaslahatan," pungkasnya.

Topik
KH Marzuki MustamarMomen Hari GuruKetua Umum PBNUKafe di atas sungaigiias 2021

Berita Lainnya

Berita

Terbaru