Tim Pengmas FISIP UB Dampingi Pembentukan Eco-Edutourism Berbasis 3R di Desa Pakiskembar

Dec 13, 2021 12:00
Dekan FISIP UB Dr Sholih Mu'adi SH MSi (kanan) saat menunjukkan Memorandum of agreement (MoA) atau dokumen kesepakatan antara pihak Desa Pakiskembar dengan FISIP UB. (Foto: Istimewa)
Dekan FISIP UB Dr Sholih Mu'adi SH MSi (kanan) saat menunjukkan Memorandum of agreement (MoA) atau dokumen kesepakatan antara pihak Desa Pakiskembar dengan FISIP UB. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) mendampingi Pemerintah Desa Pakiskembar dalam rangka pembentukan eco-edutourism berbasis 3R (reduce, reuse dan recycle). 

Sebelum pendampingan, terlebih dahulu dilakukan pandatanganan dokumen kesepakatan atau memorandum of agreement (MoA) antara FISIP UB dengan pihak Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada hari Kamis (4/11/2021) lalu di gedung FISIP UB. 

Dalam praktiknya, Tim Pengmas FISIP UB beranggotakan Lia Nihlah Najwah, Adhi Cahya Fahdyana, Arief Setiawan, dan Reza Triarda mendampingi desa dan komunitas  dalam rangka mewujudkan desa sadar lingkungan melalui pengembangan dan pendampingan. 

Pihak Tim Pengmas FISIP UB melihat terdapat potensi yang besar di Desa Pakiskembar melalui komunitas masyarakat terkait fokus program pengmas kali ini. Yakni terdapat Kampung Tirta Sejahtera dan Bank Sampah Pakem Bersinar Jaya di wilayah RT 06/RW 06 Dusun Tegal Pasangan yang dapat dijadikan eco-edutourism berbasis 3R (reduce, reuse dan recycle). 

"Kerja sama ini menargetkan seluruh jajaran masyarakat Desa Pakiskembar dari anak kecil sampai orang dewasa dengan harapan komunitas masyarakat untuk menciptakan kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan ekonomi komunitas berbasis pengelolaan sampah," ungkap Lia Nihlah Najwah, Senin (13/12/2021). 

Penandatanganan MoA antara FISIP UB dengan Pemerimtah Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Proses pengmas di Desa Pakiskembar ini dilakukan oleh tim selama empat bulan. Mulai 1 Juni 2021, Tim Pengmas FISIP UB melakukan observasi lapangan yang bertujuan  melakukan analisis sosial dan lingkungan yang terdapat di Bank Sampah Pakem Bersinar Jaya.

Kemudian kegiatan berlanjut pada tahap penyusunan konsep eco-edutourism serta memberikan penjelasan kepada masyarakat sekitar terkait penerapan konsep oleh komunitas dan pihak Bank Sampah Pakem Bersinar Jaya.

Lalu dilakukan koordinasi awal bersama jajaran terkait. Di antaranya pihak Mitra Bank Sampah Pakem Bersinar Jaya, aparat Pemerintah Desa Pakiskembar, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. "Kegiatan ini dimaksudkan sebagai perkenalan dan titik awal program tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB berjalan," ujarnya. 

Dalam upaya pemahaman mengenai konsep eco-edutourism dan pengelolaan sampah berbasis 3R, Tim Pengmas FISIP UB memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat Desa Pakiskembar melalui forum group discussion (FGD), pendidikan lingkungan dan sosialisasi bank sampah. 

Mengenai pelaksanaan FGD, Tim Pengmas FISIP UB sudah melakukan sebanyak tiga kali. Pertama dengan mitra Bank Sampah Pakem Bersinar Jaya dan pengurus Kampung Tirta Sejahtera pada 28 Juni 2021. Di waktu yang bersamaan, juga digelar FGD bersama mitra aparat Desa Pakiskembar dan mitra DLH Kabupaten Malang. 

Lalu terkait pelaksanaan pendidikan lingkungan, Tim Pengmas FISIP UB sudah menggelar kegiatan tersebut pada tanggal 15 Agustus 2021 dan sosialisasi mengenai pengelolaan bank sampah pada tanggal 16 Agustus 2021, dengan menyasar anak-anak. 

"Untuk meningkatkan antusiasme anak-anak mengenai bank sampah, Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB juga memberikan inovasi Celengan Sampah Anak 'Si Bona' pada  22 Agustus 2021," ungkap Lia. 

Sementara itu, sebelum berakhirnya program pengabdian masyarakat, Tim Pengmas FISIP UB melakukan pendampingan terhadap Pemuda Pemudi Sadar Lingkungan yang dilakukan pada 22 Agustus 2021. Tujuannya untuk memberikan edukasi secara praktis mengenai pengelolaan sampah berbasis 3R. 

"Serangkaian kegiatan yang dilakukan diharapkan mampu menumbuhkan minat dan kesadaran masyarakan terhadap lingkungan dan memanfaatkan potensi sekitar," pungkas Lia.

Topik
Pertemuan Firaun dan iblisUniversitas Brawijaya MalangFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijayadesa pakiskembar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru