17 Subsektor Masuk Roadmap Ekraf Kota Malang 2023-2027

Dec 10, 2021 13:32
Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Malang di Pasar Bareng, Jumat (10/12/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).
Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Malang di Pasar Bareng, Jumat (10/12/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi salah satu yang dibidik guna terus mengoptimalkan pertumbuhan perekonomian di Kota Malang. Hal itu tentunya perlu kolaborasi berbagai pihak.

Terlebih Kota Malang kembali didapuk sebagai salah satu Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2021 dari sektor Aplikasi dan Game. Namun, penguatan terus dioptimalkan dengan penyusunan roadmap Ekraf Kota Malang 2023-2027. 

Yang mana, sebanyak 17 subsektor Ekraf dipastikan masuk untuk terlibat dalam pembangunan daerah. Hal itu dibahas dalam agenda Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Ekraf Kota Malang di Pasar Bareng, Jumat (10/12/2021).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, penguatan 17 subsektor Ekraf sebagai sektor unggulan di Kota Malang terus digencarkan. Selain menggandeng komunitas kreatif juga melibatkan perguruan tinggi (PT) untuk bersinergi dalam pendampingan hingga pembinaan akan keahlian bidang kreatif kepada masyarakat.

"17 subsektor itu semuanya akan kita kuatkan. Di sini didukung komunitas yang bergerak, banyaknya perguruan tinggi juga menunjang ekosistem terbangun dengan baik. Sehingga perguruan tinggi nanti bisa hadirkan kurikulum yang ada pendampingan-pedampingan Ekraf di masyarakat untuk digalakkan," ujarnya.

Ke 17 subsektor Ekraf tersebut, diantaranya Pengembang Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Musik, Seni Rupa, Desain Produk, Fesyen, Kuliner, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Desain Komunikasi Visual, Televisi dan Radio, Kriya, Periklanan, Seni Pertunjukan, Aplikasi dan Game.

Dengan penyusunan roadmap tersebut, Sutiaji optimis pengembangan Ekraf di Kota Malang semakin optimal. Hal ini juga sebagai upaya dalam mengenalkan produk-produk Ekraf mendunia.

"Kalau dulu 2018-2022 bagaimana membangun konektivitas. Di roadmap itu nanti akan menjadikan Malang Berdaya artinya bagaimana semua sub sektor itu ekosistemnya terbangun, dan di tahun 2023 nanti kami harap Ekraf kita mendunia," terangnya.

Lebih jauh, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu menyampaikan, sebelumnya baru tiga sub sektor Ekraf yang masuk dalam program pembangunan Kota Malang. Kini, dengan 17 sub sektor itu diharapkan semua program yang telah disusun akan terealisasi.

"Karena itu kita berkolaborasi, kita bekerjasama dengan Universitas Brawijaya juga untuk membuat draft roadmap itu. Termasuk teman-teman dari komite Ekraf ini juga dilibatkan, jadi nanti akan nyambung," ungkapnya.

Dicontohkannya, pemanfaatan ruang yang dinilai bisa dimanfaatkan untuk menjadi Co-Working space bagi komunitas kreatif. Sehingga, hal itu bisa memacu peningkatan Ekraf di Kota Malang.

"Di Pasar Bareng ini misalnya, ada tempat yang cukup luas. Bisa diaktivasi menjadi Co-working space, yang memang itu dibutuhkan teman-teman Ekraf di Kota Malang," pungkasnya.

Topik
ekrafekraf kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru