Said Aqil Siap Maju Lagi sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Tegaskan Tak Akan Datang ke Israel jika Masih Konflik dengan Palestina

Dec 09, 2021 12:33
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj (tengah) saat menyatakan kesiapannya maju sebagai calon ketua umum PBNU di Muktamar Ke-34 NU, Rabu (8/12/2021). (Foto: Tangkapan layar YouTube NU Channel)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj (tengah) saat menyatakan kesiapannya maju sebagai calon ketua umum PBNU di Muktamar Ke-34 NU, Rabu (8/12/2021). (Foto: Tangkapan layar YouTube NU Channel)

JATIMTIMES - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyatakan kesiapannya untuk maju lagi sebagai calon ketua umum PBNU di Muktamar Ke-34  NU pada 23-25 Desember 2021 di  Lampung. 

Kiai Said mengaku, kesiapan dirinya untuk maju menjadi kandidat ketua umum PBNU periode 2021-2026 tersebut merupakan dorongan dari para kiai yang dianggap Kiai Siad merupakan sesepuh dan memiliki maqom khusus di mata Allah SWT. 

"Antara lain, Maulana Habib Lutfi Pekalongan, Tuan Guru Turmudzi Lombok, KH Muhtadi Banten, Hadratussyaikh KH Dimyati Rois Kaliwungu Kendal, Gus atau KH Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo, KH Basuni Tasikmalaya, KH Kafabihi Lirboyo Kediri," ungkap  Said Agil. 

Selain itu,  Said  Agil mengaku bahwa dirinya juga diminta oleh sebagian besar PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia untuk maju kembali sebagai calon ketua umum PBNU. 

Kiai yang merupakan alumnus Ummul Qura Makkah ini pun akhirnya merenungkan  permintaan para kiai sepuh dan jajaran pengurus NU di wilayah maupun tingkat cabang dengan melakukan ziarah ke makam-makam para ulama besar.  Di antaranya ke makam Sunan Gunungjati di Cirebon, Sunan Ampel di Surabaya, Syaikhona Kholil di Bangkalan Madura, kiai Lirboyo, KH Hasyim Asy'ari di Jombang, KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang, KH Bisri Syansuri di Jombang, KH Abdurrahman Wahid di Jombang dan KH Zainuddin di Mojosari Nganjuk. 

Setelah melakukan ziarah ke makam-makam ulama besar NU tersebut,  Said Agil akhirnya mendapatkan ketenangan hati dan ketetapan hati untuk menerima permintaan dari para kiai sepuh dan jajaran PWNU serta PCNU di Indonesia. 

"Berdasarkan alasan-alasan tadi, saya siap mentaati perintah kiai sepuh dan mengabulkan permohonan para pengurus wilayah dan para pengurus PCNU agar saya siap dicalonkan kembali sebagai ketum PBNU di muktamar yang akan datang," terang kiai yang sudah dua periode memimpin NU tersebut.

Sementara itu, dalam konferensi pers pernyataan sikap maju sebagai caketum PBNU, Said  Agil sempat menyinggung netralitas sikap PBNU saat ini dan ke depan terkait politik luar negeri. Utamanya terkait polemik yang terjadi antara Israel dengan Palestina. 

"Selama Israel tidak mengakui Negara Palestina, maka PBNU menolak mengakui Israel. Apalagi sampai datang ke Israel," tandas Said Agil. 

Jika nantinya kedua negara tersebut saling mengakui dan berdamai,  Said Agil berharap agar perdamaian itu benar-benar langkah untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung puluhan tahun.  "Tapi yang betul-betul damai, betul-betul perdamaian hakiki. Perdamaian hakikat bukan politik. Bukan diplomasi tapi betul-betul perdamaian. Itu baru saya hormati," ujar Said Agil.

Sebagai informasi, dalam Muktamar NU Ke-34, ada beberapa kandidat ketua umum PBNU yang terus didorong oleh jajaran kader NU. Selain Said Agil, ada Katib Aam Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya serta Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. 

Terkhusus Gus Yahya , dia merupakan tokoh NU yang berasal dari Jawa Tengah dan merupakan kakak kandung Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Yahya Cholil juga sempat menjadi juru bicara Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Gus Yahya sendiri juga sempat menjadi perbincangan umat Islam di seluruh Indonesia dan dunia. Hal itu terkait kunjungannya menjadi pembicara dalam AJC (American Jewish Committee) Global Forum Yerusalem pada tanggal 10-13 Juni 2018. 

Selain itu keesokan harinya atau 14 Juni 2018, Gus Yahya sempat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Gus Yahya pun mengaku bahwa kunjungannya ke Israel ini mengikuti jejak Gus Dur yang pernah berkunjung ke Israel sebanyak tiga kali.  Hal itu dilakukan sebagai upaya mencari solusi terbaik atas peperangan antara Israel dengan Palestina.

Topik
Ketua Umum PBNU KH Said Agil SiradjKafe di atas sungaipemutihan di samsat talangaungSaid Aqil SirajKH Marzuki Mustamar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru