Deklarasikan Dukungan kepada KH Marzuki Mustamar, KH Nurkholis Almaulani: Tokoh yang Bisa Diterima Berbagai Lapisan

Dec 09, 2021 11:03
Pengasuh Pondok Pesantren Metal Moeslim Al Hidayat di Desa Rejoso Lor, Pasuruan, Jawa Timur KH Nurkholis Almaulani. (Ist)
Pengasuh Pondok Pesantren Metal Moeslim Al Hidayat di Desa Rejoso Lor, Pasuruan, Jawa Timur KH Nurkholis Almaulani. (Ist)

JATIMTIMES - Pengasuh Pondok Pesantren Metal Moeslim Al Hidayat di Desa Rejoso Lor, Pasuruan, Jawa Timur, KH Nurkholis Almaulani dengan tegas mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar untuk maju menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Mukmatar Lampung 23-25 Desember.

Kyai yang akrab disapa Gus Nurkholis itu mengatakan, sebagai warga Nahdliyin, ia menginginkan agar Nahdlatul Ulama (NU) selamat dari politik uang dan kekuasaan. 
NU lahir dari sebuah harokah yang Ingin menegakkan ahlusunnah waljamaah an nahdiyyah yang akhlakul karimah.

"Jadi, di dalam NU tidak ada perebutan kekuasaan, tidak ada perebutan kepentingan. Yang ada adalah merawat kepentingan ahlussunah waljamaah akhlakul karimah," ujarnya.

Karena itu, menurut Gus Nurkholis, dibutuhkan pemimpin yang mampu membentuk karakter masyarakat Indonesia yang memiliki karakter jiwa Islam Nusantara.  Dia menegaskan pihaknya peduli dengan mendorong pemimpin yang layak untuk memimpin NU. Saat ini, NU membutuhkan pemimpin yang betul-betul bisa mengakomodasi pekerjaan rumah yang selama ini belum terjawab dan terselesaikan.

1

PR tersebut terkait tawasuth. Di tubuh NU sendiri, terdapat sebuah kultur dan struktur. Tetapi, kultur dan struktur ini masih belum bisa satu pemahaman. Hal itu tak pelak menimbulkan keretakan, bahkan perpecahan. Implikasi nyatanya adalah munculnya kiblat-kiblat baru dengan tokoh-tokoh baru di kalangan kultur yang bukan asli kalangan Nahdliyin. 

"Contoh orang-orang yang dulu mengagumi masyaikh kita, ulama kita, mereka bergeser pada tokoh baru. Persoalannya terjadi karena seringnya kontroversi pernyataan. Dan ini terjadi karena (pemimpin) tak mampu memberikan pemahaman yang sama yang diberikan pada struktur dan kultur," ungkapnya.

Ditegaskan,  NU saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu membawa dan menyatukan kembali saudara-saudara yang ada di luar NU, tetapi sejatinya merupakan NU. Seperti NU khittah, NU garis lurus yang mereka ingin betul-betul  kembali ke khittah NU. Mereka bukan tidak sepakat. Namun mereka merupakan mufarokoh dari organisasi yang dipimpin orang yang dianggap tidak bisa mengakomodasi mereka.

"NU saat ini butuh tokoh yang bisa mengakomodasi semua sehingga kembali seperti semula. Ini dasar kenapa saya ingin mendorong beliau (KH Marzuki Mustamar)," ujar Gus Nurkholis.

Lebih lanjut dijelaskan, KH Marzuki Mustamar merupakan sosok yang bisa diterima di segala barisan dan di segala lini. KH Marzuki juga merupakan sosok yang mampu berkomunikasi dengan baik di kalangan kultur dan struktur. 

Hal ini tentunya mencegah adanya gorengan bahasa yang menciptakan suasana NU ke arah negatif atau fitnah. Perpecahan di NU akan semakin kecil ketika dipimpin olah orang mengakomodasi semuanya.

“NU harus memiliki ahklkul karimah. Artinya memimpin tidak berdasarkan ambisi kekuasaan, politik uang atau kepentingan, yang mana bukan kepentingan umat, tapi kepentingan kelompok di dalam NU. Dan ini bahaya sekali,” tandasnya.

Menurut Gus Nurkholis, KH Marzuki Mustamar sangatlah mampu untuk memimpin NU. Meskipun terdapat anggapan KH Marzuki Mustamar tak mampu untuk memajukan NU dikancah internasional, Gus Nurkholis menyatakan bukanlah tak mampu. Sebaliknya, belum terdapat kesempatan untuk melakukan langkah strategis berkiprah di kancah internasional.

Sekali lagi Gus Nurkholis mengatakan kapasitas KH Marzuki Mustamar tak perlu diragukan lagi. Beliau merupakan sosok kiai yang juga mempunyai pesantren. Beliau juga berakhlakul karimah, berakhlak NU, pengarang kitab, organisatoris, akademisi, mumpuni berbahasa Inggris dan Arab, dan secara keilmuan sangatlah mumpuni. 

"Karakter beliau ini dibutuhkan masyarakat NU. Dan satu lagi yang penting, beliau bukan orang yang minta untuk dipilih atau mencalonkan diri, tapi kita dorong dicalonkan dan dipilih. Itu menjadi pembeda. Kalau beliau dipilih, saya saya yakin jiwa beliu jiwa yang khidmat kepada NU," bebernya.

Karena itu, bersama sejumlah ulama hingga unsur grass root (akar rumput), Gus Nurkholis akan melakukan dekalarasi resmi mendukung dan mendorong KH Marzuki Mustamar sebagai calon ketua umum PBNU. Bahkan, pihaknya juga menyampaikan jika dukungan dari para alim ulama terus mengalir deras menjelang deklarasi yang akan dilaksanakan besok (11/12/2021).

 

Topik
Kafe di atas sungaiKH Marzuki MustamarKeseimbangan fiskalMuktamar NU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru