Berpacu dengan Waktu, Relawan dan Tim Evakuator Dikejar Abu Erupsi Semeru

Dec 09, 2021 10:41
Relawan sedang melakukan penggalian mencari korban terjebak lumpur di Kampung Renteng. (foto: Teguh Eko Januari/JatimTimes)
Relawan sedang melakukan penggalian mencari korban terjebak lumpur di Kampung Renteng. (foto: Teguh Eko Januari/JatimTimes)

JATIMTIMES -  Cuaca cerah di lereng Gunung Semeru hari ini (09/12) dimanfaatkan untuk mengevakuasi korban dan melakukan pencarian korban yang terjebak  bencana erupsi. Semua tim evakuator dikerahkan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban bencana.  

Para evakuator ini memang harus bekerja ekstra dan berpacu dengan waktu, mengingat cuaca di lereng Gunung Semeru sering tidak menentu. Tidak jarang para relawan dan tim evakuator lainnya harus berlarian menyelamatkan diri ketika Semeru kembali menyemburkan awan panas.

Pukul 08.00 WIB tim evakuator gabungan telah berada di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Pronojiwo. Para relawan terlihat sedang  melakukan penggalian di sebuah rumah untuk mencari korban.
“DI sini menurut keterangan penduduk, disinyalir ada korban yang terjebak di dalam kamar,” ujar Zainul, relawan dari Pemuda Pancasila Lumajang.

Kondisi di Kampung Renteng ini sungguh memprihatinkan. Sejauh mata memandang, tampak warna abu-abu. Rumah-rumah hanya terlihat atap, bahkan ada yang terpendam keseluruhan. Suhu udara terasa panas meskipun sinar matahari remang-remang karena tertutup abu yang berterbangan dari bibir Gunung Semeru.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Kamar Kajang. Di sini pada pukul 09.15 WIB, para relawan dan tim evakuator lain terpaksa harus mundur dari lokasi. Operasi pencarian korban mereka hentikan sejenak karena cuaca yang mulai mengkhawatiran. Apalagi langit sudah mulai tertutup kabut.

“Kami terpaksa bergeser ke Kampung Renteng untuk bergabung dengan teman-teman di sana. Di Kamar Kajang situasinya mAsih berbahaya,” ujar relawan Djohan Irianto. 

Perjuangan tak kenal lelah dari para relawan ini tidak sia-sia. Ribuan pengungsi sudah dievakuasi. Puluhan korban jiwa juga sudah ditemukan. 

Dari data sementara pada pukul 24.00 (8/9), tercatat dari dua kecamatan terdampak erupsi Semeru, didapat 5.919 pengungsi, 39 orang dilaporkan meninggal dunia, 36 masih dirawat karena luka berat, dan 82 orang mengalami luka ringan. Selain itu, ada puluhan laporan warga yang hilang.

Topik
Pencarian korban erupsi Semeruerupsi semeruJalan Raya BlegaHoaks Bencana Semeru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru