Parlemen Kampus Malang 2021, Cak Imin: Kritik Adalah Vitamin Penting

Dec 08, 2021 17:47
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Muhaimin Iskandar (dua dari kanan), Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Zainuddin MA (tiga dari kanan)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Muhaimin Iskandar (dua dari kanan), Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Zainuddin MA (tiga dari kanan)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Muhaimin Iskandar, menjadi salah satu pembicara di dalam Parlemen Kampus Malang 2021 "Paradigma SDGs Dalam Tata Kelola Sampah" di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Rabu (8/12/2021).

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar menjelaskan, keterlibatan kampus, civitas akademika maupun pemikir, mempunyai peran penting dalam mendorong  dan mengawal kebijakan pemerintah baik pada tingkat legislatif maupun eksekutif terkontrol dengan baik.

2

Sebab, harus diakui dan tak bisa dipungkiri, jika setiap kebijakan pemerintah adalah menampung semua kepentingan masyarakat. Sehingga dalam hal ini lah, dibutuhkan peran serta dan kritikan dari seluruh pihak, termasuk unsur dari kampus atau civitas akademika.

"Kalau kampus tidak kritis, masyarakat sipil tidak kritis, maka dominasi kebijakan akan tidak seimbang. Kontrol, kritik, kritisisme itu vitamin penting bagi pemerintahan baik legislatif maupun eksekutif," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, hal itu (kritik) tentunya merupakan penyeimbang agar sebuah kebijakan tidak oleng atau salah jalan. Karena itulah, adanya Parlemen Kampus merupakan hal yang sangat penting.

Adanya Parlemen Kampus, juga menumbuhkan gagasan yang brilian dan imbang dengan gagasan dari pemerintah baik eksekutif maupun legislatif. 

Karena itu, pihaknya kembali menegaskan agar sivitas akademika proaktif mengawal sekaligus menjadi penyangga setiap keputusan yang akan disahkan, baik oleh keputusan parlemen maupun pemerintah. Kampus diharapkan turut menyangga sebuah keputusan dan kebijakan dari berbagai isu.

"Termasuk juga isu lingkungan seperti yang sedang dibahas saat ini," tuturnya.

Pihaknya juga menyoroti, minimnya sikap kritis kampus terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah satu dekade ini. Minimnya sikap kritis, tentunya berdampak pada sebuah kebijakan yang dikeluarkan menjadi polemik, dimana mungkin saja memunculkan argumentasi kebijakan tersebut minim manfaat bagi masyarakat.

"Saya heran 10 tahun terkahir, kritik-kritik kurang di tanah air kita, padahal ini penting sekali. Parlemen Kampus inilah bisa jadi bagian dari harapan untuk menjaga dan memastikan sebuah kebijakan betul-betul membawa manfaat untuk masyarakat," terangnya.

1

Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Zainudin MA, dalam sambutannya menjelaskan, "Paradigma SDGs Dalam Tata Kelola Sampah" merupakan tes yang sangat urgent untuk dibahas. Bahasan kali ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan guna mencapai sebuah negara yang adil dan makmur.

Oleh sebab itu, para mahasiswa UIN Maliki Malang dengan pembelajaran integrated learning model, persoalan yang jadi bahasan dapat dicari dalam Al-Qur'an maupun Al Hadits. Bagaimana seorang manusia mempunyai relasi tuhan, relasi dengan sesama manusia dan relasi dengan lingkungan.

Persoalan cosmologis, keterkaitan dengan pemanasan Global dimana Indonesia menyumbang sekian persen, tentunya menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya mahasiswa UIN Malang. Rumusan terbaik dalam memecahkan persoalan lingkungan, diharapkan mampu tercetus dari kalangan mahasiswa.

"Ketika terjadi pencemaran lingkungan diberbagai tempat, ini tanggungjawab kita semua. Mahasiswa UIN Malang juga harus mensponsori, menjadi yang terdepan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Hal ini tidaklah boleh terjadi kesenjangan dan harus dibangun dengan baik," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
parlemen kampusUIN MalangUIN Maliki MalangCak Imin

Berita Lainnya

Berita

Terbaru