Erupsi Gunung Semeru, Jembatan Gantung Penghubung Lumajang-Malang Jadi Konsentrasi

Dec 07, 2021 22:13
Presiden Joko Widodo (dua dari kiri) saat meninjau kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dengan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. (Foto: Dokumentasi PUPR for JatimTIMES).
Presiden Joko Widodo (dua dari kiri) saat meninjau kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dengan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. (Foto: Dokumentasi PUPR for JatimTIMES).

JATIMTIMES  - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi), meninjau lokasi terdampak bencana alam erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12/2021) lalu, dengan mengeluarkan abu vulkanik hingga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Presiden Joko Widodo mengatakan jika ia ingin memastikan beberapa hal yang perlu diprioritaskan untuk penanganan tanggap darurat. Seperti pencarian korban dan proses evakuasi, serta ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak dan pengungsi. Termasuk juga rencana perbaikan infrastruktur yang rusak akibat erupsi Gunung Semeru.

"Kita berharap semua sudah bisa dimulai, baik itu perbaikan infrastruktur maupun kemungkinan relokasi dari tempat-tempat yang kita perkirakan memang berbahaya untuk dihuni kembali," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menjelaskan, untuk tempat tinggal warga yang berada di lokasi bencana akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Presiden menyampaikan, dari laporan yang diterima sekitar 2.000 rumah yang akan direlokasi.

"Segera kita putuskan di mana relokasinya dan saat itu juga akan kita bangun kalau semua sudah siap," kata Presiden.

Sebagai tindak lanjut perintah Presiden Jokowi, Kementerian PUPR telah membantu penanganan darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru dengan mengerahkan sumber daya dan personel di balai-balai Kementerian PUPR yang berada di Provinsi Jawa Timur.

Direktur Jenderal (Dirjen Bina Marga), Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, tugas Kementerian PUPR pertama adalah memastikan akses menuju ke lokasi terdampak bencana bisa dilalui untuk kendaraan logistik, termasuk juga kebutuhan pengungsi. 

"Tugas kami adalah mendukung upaya tanggap darurat, pembersihan, termasuk sarana dan prasarana juga sudah didistribusikan. Untuk relokasi warga kita menunggu lokasi yang aman dari Badan Geologi (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)," tutur Hedy Rahadian.

Untuk percepatan peningkatan konektivitas, Hedy Rahadian menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan dengan mencari jalur-jalur alternatif untuk menghubungkan Lumajang-Turen-Malang yang putus akibat robohnya Jembatan Besuk Kobokan.

Salah satunya akan dibangun jembatan gantung dalam 2 bulan ke depan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sebagai penghubung Kabupaten Lumajang dengan Malang Selatan. Jembatan ini juga didesain dapat dilalui ambulance untuk keadaan darurat.

"Kami juga menyiapkan jalur alternatif ke arah selatan sepanjang 2 kilometer yang dibangun oleh Pemkab dan Kementerian PUPR membantu 7 kilometer. Tetapi ini memang tidak bisa digunakan untuk kendaraan berat, hanya logistik ringan," ujar Hedy Rahadian.

Selanjutnya, untuk perbaikan permanen Jembatan Besuk Kobokan yang berada di Ruas Jalan Nasional Turen - Lumajang dibutuhkan waktu perbaikan sekitar 1 tahun. Pembangunan jembatan permanen dengan bentang 130 meter butuh waktu.

''Makanya kita buatkan dulu jembatan gantung yang bersifat sementara untuk pemulihan konektivitas," kata Hedy Rahadian.

Untuk mendukung kebutuhan pengungsi, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur telah memobilisasi 10 unit Hidran Umum (HU) kapasitas 2.000 liter,  4 unit Mobil Tangki Air (MTA) kapasitas 4.000 liter, 6 unit tenda hunian darurat, 3 mobil toilet, 11 bed, 6 tenda ukuran 4x4, 1 unit dump truck, 1 unit mobil kabin, dan dukungan 16 personel tanggap darurat.

Kemudian juga dikerahkan alat berat untuk mempercepat evakuasi korban dan pembersihan kawasan terdampak oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali seperti 1 unit excavator, 2 unit loader, 2 dump truck, 1 water tanker, 3 unit pick up berada di Lumajang dan Malang, serta 1 unit Jembatan Bailey, 2 unit dump truck, 3000 lembar kawat bronjong sudah standby di kantor balai.

Tambahan alat berat juga didistribusikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas berupa 1 unit excavator, 1 unit loader, 2 dump truck, dan perlengkapan tambahan berupa 1 set lighting lamp, 1 unit MTA dan alkon, 2 drum solar serta oli hidrolik dan oli mesin.

Sementara itu, turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Kepala BBPJN Jawa Timur Bali Achmad Subki, Kepala BBWS  Brantas Muhamad Rizal, dan Kepala BPPW Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat.

Topik
erupsi gunung semeruGunung Semeruindustri otomotifPresiden Joko WidodoPresiden JokowiPosko Sumberwuluh Candipuro

Berita Lainnya

Berita

Terbaru