Viral Akun Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi UB yang Bunuh Diri Tersebar, Begini Respons Kampus

Dec 07, 2021 20:57
Ilustrasi kekerasan dan pelecahan seksual terhadap perempuan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi kekerasan dan pelecahan seksual terhadap perempuan. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Viral sebuah akun tiktok bernama pumanasa atau @pmns96 mengunggah video berdurasi 23 detik yang menunjukkan potongan tampilan satu akun instagram bernama Rahmat Adi Wijaya atau @adiraffael.

Dalam tayangan 23 detik itu, pemilik akun @pmns96 juga menampilkan beberapa foto seorang pria mengenakan jas almamater Universitas Brawijaya (UB) yang sedang berfoto dengan siswa sekolah dan beberapa perempuan dalam unggahan akun tersebut. 

Pemilik akun @pmns96 juga menuliskan pada tayangan video tersebut dengan kata-kata, "Ini ya guys Pelaku Pertama yg sudah lecehkan alm Novia," tulisnya. 

Setelah itu, pemilik akun juga menuliskan, "Novia sebenarnya sudah lapor pihak kampus, tapi ngga direspons," tulisnya. 

"Malahan Novia yg harus cuti karna malu dan takut, dan dapat ancaman juga katingnya," lanjutnya. "Dan parahnya lagi si kating ngga dikluarin dong, freak gak tuh," imbuhnya.

"Jangan kalian pikir laporin pelecehan itu gampang, susah Bro!! Butuh waktu lama untuk sembuh dari trauma pelecehan dan nggak akan pernah bisa dilupakan," tulisnya. 

Unggahan video pada akun tiktok @pmns96 ini pun viral setelah sebelumnya pada hari Minggu (5/12/2021) terdapat konferensi pers yang digelar oleh pihak Universitas Brawijaya (UB). 

Dalam konferensi pers tersebut juga menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB Agus Suman, dari Kantor Layanan Hukum UB Lucky Endrawati, Staf Ahli Wakil Rektor 3 Arif Zainudin, Kasubag Humas dan Kearsipan UB Kotok Guritno dan jajaran lainnya. 

Pada konferensi tersebut, kematian seorang perempuan berinisial NWR (23) pada hari Kamis (2/12/2021) yang merupakan mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris FIB UB angkatan 2016 meninggalkan duka mendalam bagi civitas akademika UB. 

Setelah diusut, kematian NWR berkaitan dengan jalinan tali asmara dengan seorang oknum anggota Polri berinisial RB. Kasus ini pun mendapatkan atensi khusus dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar mengusut tuntas peranan pelaku. 

Setelah dilakukan penyelidikan penyebab kematian NWR, oknum Polri berinisial RB ini terbukti telah melakukan aborsi terhadap janin yang dikandung oleh NWR sebanyak dua kali.

Akhirnya RB dijerat dengan Pasal 348 KUHP juncto Pasal 54 KUHP dengan ancaman lima tahun kurungan penjara dan saat ini telah mendekati di rumah tahanan Polda Jatim. Selain itu RB pun telah dipecat secara tidak hormat atas tindakan kejahatan yang telah dilakukan. 

Namun, dalam konferensi pers yang digelar oleh pihak UB, disebutkan bahwa NWR sebelumnya pada tahun 2020 melaporkan bahwa dirinya sempat menjadi korban pelecehan seksual oleh kakak tingkatnya dari prodi yang sama, berinisial RAW pada tahun 2017. 

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak kampus langsung membentuk Komite Etik untuk menangani kasus tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, RAW terbukti bersalah. 

"Pihak UB memberi sanksi skorsing satu tahun dan pembinaan kepada RAW, serta pendampingan pada NWR dengan pemberian konseling sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Dekan FIB UB Agus Suman dalam konferensi pers di Ruang Sidang Rektorat, Minggu (5/12/2021). 

Kemudian ketika dikonfirmasi mengenai unggahan akun tiktok @pmns96 yang menampilkan sebuah akun instagram bernama Rahmat Adi Wijaya dan menuliskan dalam potongan tampilan akun instagram tersebut merupakan pelaku, Agus pun enggan menjawab detail. 

"Mhn ditanyakan lgs ke KLH UB, mas. Tksh (Mohon ditanyakan langsung me KLH UB mas, Terima kasih; red)," singkatnya melalui pesan singkat WhatsApp kepada JatimTIMES.com, Selasa (7/12/2021). 

Lalu, pewarta mencoba menghubungi Kasubag Humas dan Kearsipan UB Kotok Guritno. Kotok pun merespons terkait unggahan dalam video tiktok tersebut yang menampilkan sebuah akun instagram bernama Rahmat Adi Wijaya. 

"Aku agak kerepotan terkait nama panjangnya, kesepakatannya buat rilis itu dengan tim, (nama) diinisialkan," ujar Kotok. 

Disinggung mengenai inisial RAW yang disebut saat konferensi pers merupakan pelaku pelecehan seksual terhadap NWR apakah sesuai dengan nama akun instagram Rahmat Adi Wijaya yang diunggah oleh akun tiktok @pmns96, Kotok pun enggan menjawab. 

"Kalau ramai namanya itu saya nggak bisa menjelaskan, karena kesepakatan tim sudah begitu, nama-nama pelaku maupun korban itu diinisialkan," kata Kotok. 

Selain itu, pihaknya menganggap bahwa selama kasus pelecehan seksual yang dialami NWR dengan pelaku RAW belum terbukti di pengadilan, pihaknya tidak dapat menyebutkan nama panjang dari inisial korban maupun pelaku. 

"Selama itu belum terbukti ke pengadilan, kalau bahasa hukum, jadi sangat menghargai kode etik asas praduga tidak bersalah, kalau hakim sudah mengedok baru (di ungkapkan)," pungkas Kotok.

Topik
Pelecehan seksualKorban Pelecehanpelecehan ubbantuan untuk semeruUniversitas Brawijaya3 tBerita Malang terkiniBerita Jatim.

Berita Lainnya

Berita

Terbaru