Heroik, Kakek 61 Tahun Selamatkan 2 Wanita yang Akan Menerobos Perlintasan Kereta Api

Dec 07, 2021 13:05
Agus Suyitno (baju orange) saat mengatur lalu lintas di perlintasan kereta api Jalan Kuncoro, Desa Sambigede (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)
Agus Suyitno (baju orange) saat mengatur lalu lintas di perlintasan kereta api Jalan Kuncoro, Desa Sambigede (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kisah heroik ditunjukkan Agus Suyitno (61) yang menyelamatkan pengendara sepeda motor saat akan menerobos perlintasan kereta api di Jalan Kuncoro, Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Meski usia tak lagi muda, namun semangat Agus Suyitno tidak perlu diragukan lagi. Sebab, ia telah menunjukkan semangatnya untuk menjaga perlintasan kereta api di kampung halamannya.

Saat ditemui media ini, Agus Suyitno tampak kebingungan. Sebab, ia tidak tahu bahwa dirinya viral di WhatsApp Grup (WAG) setelah menyelamatkan dua orang wanita yang akan menerobos perlintasan kereta api.

Namun, ada satu warga yang mengaku memvideo Agus Suyitno ketika menyelamatkan dua orang wanita itu. Ia adalah Nurdiansyah Putra (29), yang tidak sengaja membuka kamera padahal sedang mencoba menggunakan aplikasi lain pada smartphone nya.

“Tidak sengaja itu mas, saya awalnya mau absen dengan fingerprint. Tapi karena buka kamera, saya lanjutkan sekalian, eh ada dua wanita yang mau nyebrang, untung ada Pak Yit,” ujar Nurdiansyah.

Suyitno sendiri mengaku saat itu sangat kaget karena melihat pengendara sepeda motor yang akan menerobos perlintasan kereta api. Dengan sigap, Pak Yit (sapaan akrabnya) langat menghalangi sepeda motor itu.

“Jadi kemarin, Senin (6/12/2021) sore ada kereta akan lewat, saya tutup palang pintunya. Tapi dari arah luar saya lihat ada sepeda motor dari arah barat langsung mau masuk, saya langsung sigap mencegahnya,” kata Pak Yit, Selasa (7/12/2021).

Saat berhasil mencegah, Pak Yit lalu menasehati kedua wanita tersebut. Sebab, apa yang dilakukan dapat membahayakan keselamatannya.

“Saya bilangi mereka, tapi katanya tidak lihat dan dengar apa-apa,” kata Pak Yit.

Dari situ, Agus Suyitno mengaku akan terus menjalani profesi ini. Sebab bagi dia, keselamatan warga sangat penting.

“Alasan saling tolong menolong, supaya orang lain juga selamat ketika melintasi rel kereta api. Karena 6 bulan 2 kali selalu ada kejadian,” ungkap Pak Yit. 

Topik
Palang Pintu Kereta Apiasn polri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru