Pembatalan PPKM Level 3 Nataru Dianggap Selamatkan NU dari Perpecahan

Dec 07, 2021 08:35
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: tribunnews.com)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: tribunnews.com)

JATIMTIMES -  Tanggal pelaksanaan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi teka-teki. Itu karena pemerintah membatalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 se-Indonesia  saat Natal dan tahun baru (Nataru) yang sebelumnya akan diberlakukan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Padahal, rencana penerapan PPKM Level 3 se-Indonesia itu yang membuat Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada 23-25  November dibatalkan karena bersamaan dengan penerapan PPKM Level 3 itu.  

Sampai sekarang tanggal pasti pelaksanaan muktamar masih menjadi polemik. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar sudah memutuskan mukmatar dimajukan ke 17 Desember. Namun, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj meminta ada rapat gabungan antar syuriah dan tandfiziah untuk memutuskan tanggal muktamar.

Pembatalan PPKM Level 3 se-Indonesia itu diumumkan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Alasannya karena masyarakat telah lebih siap menghadapi musim libur Nataru.

"Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM Level 3 pada periode Nataru di semua wilayah," ujar Luhut dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenko Marves, Selasa (7/12/2021).

Selain itu, keputusan pembatalan penerapan PPKM Level 3  dikarenakan capaian vaksinasi dosis satu di Jawa-Bali sudah mencapai 76 persen dan dosis dua sudah mendekati 56 persen. Kemudian  vaksinasi lansia juga terus dilakukan hingga saat ini telah mencapai 64 persen untuk dosis satu dan 42 persen untuk dosis dua di Jawa-Bali.

"Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi covid-19 yang tinggi," jelas Luhut.

Pembatalan penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia itu membuat warga Nahdliyin lega. "Saya berterima kasih, karena itu menyelamatkan NU. Kami sudah di ambang perpecahan. Jadi, itu saya sangat mengapresiasi betul," ungkap Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Ahmad Fahrur Rozi kepada JatimTIMES.com, Selasa (7/12/2021).

Ulama yang akrab disapa Gus Fahrur ini pun menegaskan, dengan adanya pembatalan penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia, Muktamar Ke-34 NU dapat diselenggarakan sesuai jadwal semula, yakni tanggal 23-25 Desember 2021.

"Saya berharap begitu (sesuai jadwal semula). Kalau nggak begitu, mau apa lagi. Nggak ada alasan lain. Solusinya sudah selesai. Ya sesuai jadwal dan nggak ada tarik-menarik lagi. Sudah selesai. Alhamdulillah saya bersyukur," ungkap Gus Fahrur.

Lebih lanjut, Gus Fahrur sambil tertawa berkelakar akan memberikan satu bintang lagi kepada Luhut Binsar Pandjaitan atas pembatalan penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia. "Pak luhut, Anda saya kasih satu bintang jadi lima. Dia kan jenderal bintang empat. Kami NU berterima kasih," pungkas Gus Fahrur.

Topik
Muktamar NUMenko Marinves Luhut Binsar PandjaitanDoa tidak sombong Luhut Binsar PandjaitanPBNU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru