Dua Jam Bersembunyi di Kamar Mandi, Sesekali Mengguyur Badan dengan Air, Agus Selamat dari Abu Vulkanik

Dec 07, 2021 06:49
Agus warga Dusun Kanarkajang Desa Sumberwuluh yang selamat dari erupsi Gunung Semeru setelah sembunyi di kamar mandi (foto: Teguh Eko Januari/ JatimTimes)
Agus warga Dusun Kanarkajang Desa Sumberwuluh yang selamat dari erupsi Gunung Semeru setelah sembunyi di kamar mandi (foto: Teguh Eko Januari/ JatimTimes)

JATIMTIMES - Rasa syukur berkali-kali diucapkan oleh seorang warga yang selamat dari hempasan abu panas guguran Gunung Semeru. Warga Dusun Kamar Kajang Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang yang bernama Agus (50 tahun) berhasil selamat setelah bersembunyi di kamar mandi kafé selama 2 jam. 

Agus saat itu bersembunyi di kamar mandi berlima bersama anak buahnya yang bernama Irul dan anaknya sendiri yang bernama Sugeng. Selain itu ada dua orang lagi yang tidak dikenalnya. Kedua orang tersebut adalah waga Desa Supiturang  Kecamatan Pronojiwo yang sedang melintas. 

Dua orang itu kedapatan wajahnya sudah melepuh terkena paparan abu vulkanik sehingga oleh Agus kedua orang tersebut diajak bergabung bersembunyi di kamar mandi.

"Saya guyur dengan air kamar mandi dan saya kasih minum air kamar mandi itu juga,” ujar Agus.

Waktu itu tidak ada tanda-tanda akan ada hujan abu vulkanik, tiba-tiba hujan angin disertai abu panas datang menghempas semua tanpa ampun. 

“Tengkuk saya panas meski hanya kena imbas sedikit, untung air di kamar mandi banyak, setiap terasa panas langsung saya guyur,” ujarnya.

“Mulai jam 3 sore sampai jam 5 saya sembunyi dikamar mandi, setelah keluar saya lihat pohon tumbang dan mobil serta motor sudah tertimbun abu,” sambungnya.

Agus merasakan suasana mencekam seolah kiamat sudah datang.    

Beruntung posisi warung Agus masih terlindung tebing sehingga tidak sampai membuat atap kamar mandi ambruk. Warung tersebut berada di pinggir Gladak (Jembatan) Perak Baru. Ditempat ini ada dua jembatan yakni Jembatan Perak Lama dan Jembatan Perak baru. Kedua jembatan tersebut ambruk setelah terkena terjangan aliran lava dari Gunung Semeru.

“Itu lava yang mengalir, bukan lahar dingin. Jembatan itu ambruk dan dibawah ada mobil dan motor tidak tahu apakah orangnya selamat atau tidak,” tuturnya. 

 

Anak Buah Ditemukan Tewas di Jurang

Saat keluar dari kamar mandi Agus teringat dengan salah satu anak buahnya yang Bernama Siti asal jawa Tengah yang sebelumnya memaksa pulang bersama dengan Bu Urip tetangga warungnya. Aguspun mencoba menyusuri jalan untuk mencari tahu keberadaan mereka berdua.

Betul saja, baru beberapa meter ia melangkah, Agus melihat ada sosok yang melambai di tebing jurang. Ternyata sosok tersebut adalah Bu Urip tetangga warungnya itu.

“Saat itu Bu Urip merintih, panas..panas dan saya pun spontan menolongnya namun baju yang dipakai Bu Urip sudah koyak terbakar,” kisahnya. 

Agus pun memakaikan sarungya kepada Bu Urip dan menggotongnya untuk diselamatkan. Sementara itu Agus masih belum mengetahui bagaimana nasib anak buahnya yang Bernama Siti yang berboncengan dengan Bu Urip tersebut.

Setelah memastikan Bu Urip sudah diamankan dan dibawa ke Rumah Sakit Pasirian, besok paginya Agus kembali mencari keberadaan anak buahnya. 

“Bu Urip masih sempat mengatakan bahwa Siti terlepas dari tangannya sehingga saya mencari hanya dititik saat Bu Urip saya temukan,” ujarnya.

Dengan berbekal tangan kosong, Agus mencoba menggali abu yang masih hangat. Ia terperanjat saat tangannya mencakar seonggok daging yang ternyata punggung korban yang Bernama Siti tersebut.

“Saat saya temukan posisinya meringkuk dan dalam kondisi yang mengenaskan,” kenangnya sedih.

Agus kini masih trauma dan meninggalkan warungnya yang masih penuh dengan barang dagangannya, Tidak cuma itu, kedua mobil Phanternya ia tinggalkan juga.

”Saya bersyukur masih bisa selamat, hanya itu yang saat ini saya renungkan,” tuturnya sambil menghela nafas.

Topik
bersembunyi di kamar mandibersembunyi dikamar mandiBerita Lumajang hari Ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru