Fasilitasi Pencari Kerja, Pemkot Malang Buat Aplikasi Job Fair Active

Dec 06, 2021 18:49
Kegiatan sosialisasi dan workshop aplikasi Job Fair Active Diskominfo Kota Malang, di Hotel Gajah Mada, Senin (6/12/2021).
Kegiatan sosialisasi dan workshop aplikasi Job Fair Active Diskominfo Kota Malang, di Hotel Gajah Mada, Senin (6/12/2021).

JATIMTIMES - Keberadaan para pencari kerja di wilayah Kota Malang cukup menjadi perhatian serius. Berbagai fasilitasi dihadirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang guna menekan angka pengangguran.

Kali ini, aplikasi Job Fair Active secara khusus dihadirkan Pemkot Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang untuk memfasilitasi para pencari kerja.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, dengan hadirnya plikasi tersebut sebagai upaya responsif menekan angka pengangguran. Dimana, hal itu nantinya akan berpengaruh pada pemulihan ekonomi daerah.

Sebab, selama pandemi Covid-19 ini diakuinya cukup banyak mempengaruhi berbagai hal. Salah satunya, tingkat pengangguran di Kota Malang. Yang mana, berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik Nomor 14/11/73/Th.XXI dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, tercatat angka pengangguran mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen pada Agustus 2021 dibandingkan data bulan yang sama pada tahun 2020.

Karenanya, Sutiaji optimis, komitmen untuk terus berupaya mencari terobosan kreatif ini bisa menjadi jembatan bagi para calon pekerja di wilayah Kota Malang.

"Ini merupakan satu terobosan kreatif yang harus dikuatkan. Mau tidak mau, kita harus beradaptasi dan mengembangkan diri," ujarnya, Senin (6/12/2021).

Hadirnya aplikasi Job Fair ini diharapkan Sutiaji bukan sekedar sistem belaka untuk mencari kerja. Melainkan, bisa memberikan banyak wawasan bagi para calon pekerja ke depannya.

"Saya ingin sistem ini bukan hanya untuk mencari kerja, tapi juga membuka wawasan memulai usaha, memotivasi calon-calon entrepreneur. Itulah bagian smart living yang ingin kita tuju," jelasnya.

Lebih jauh, Kepala Diskominfo Kota Malang, M Nur Widianto mengungkapkan, aplikasi Job Fair ini dibuat guna memberikan ruang antara pencari kerja dan dunia usaha. Disamping itu, juga menjadi data center ketenagakerjaan di Kota Malang.

"Termasuk juga membagikan berbagai tips ketenagakerjaan yang dibangun dengan menggandeng tenaga ahli dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya," terangnya.

Aplikasi Job Fair Active Kota Malang didesain dengan sejumlah keunggulan. Di antaranya adanya asesmen soft skill untuk mengukur kompetensi pencari kerja.

Kemudian sistem yang prinsipnya bekerja terus menerus selama 24 jam, tujuh hari seminggu. Aplikasi ini sangat efisien karena pelamar tidak perlu mengirimkan lamaran satu per satu dan akan bekerja secara otomatis untuk mencari kandidat yang cocok sesuai lowongan yang ada.

Guna menyelaraskan pemanfaatan aplikasi tersebut, Diskominfo Kota Malang menggelar sosialisasi dan workshop aplikasi Job Fair Active di Hotel Gajah Mada pada hari ini. Dimana, diikuti oleh perwakilan bidang ketenagakerjaan, perusahaan, pencari kerja, akademisi dan sejumlah konsultan sumber daya manusia (SDM) di Kota Malang.

Dengan wadah ini, nantinya diharapkan perusahaan-perusahaan juga bisa menemukan calon pekerja tanpa pengumuman ataupun iklan. Pun demikian, bagi calon pekerja akan lebih mudah berkesempatan dalam mendapatkan informasi pekerjaan yang diinginkan.

“Nantinya perusahaan dapat mencari calon tenaga kerja tanpa mengumumkan lowongan pekerjaan serta tanpa iklan. Sementara bagi para pencari kerja dapat mencari kerja secara nonstop," paparnya.

Sistem yang didesain berbasis website jobfair.malangkota.go.id/ dan aplikasi Android telah melalui pengujian kuesioner pengalaman pengguna/User Experience Questionnaire (UEQ) dengan hasil di atas rata-rata. Hal ini diharapkan akan mempermudah saat digunakan oleh user.

Topik
job fairpengeroyokan anak di bawah umurDiskominfo Kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru