Cerita Korban Selamat Erupsi Gunung Semeru, Siang Hari Terasa Seperti Malam dan Tak Ada Cahaya

Dec 05, 2021 07:19
Sebuah rumah warga yang terendam pasir di Kampung Renteng akibat dilewati lahar saat erupsi Gunung Semeru. (Foto: Asmadi/JatimTIMES)
Sebuah rumah warga yang terendam pasir di Kampung Renteng akibat dilewati lahar saat erupsi Gunung Semeru. (Foto: Asmadi/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kampung Renteng yang berada di sekitar Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang kini terendam erupsi Gunung Semeru. Rumah milik warga tersebut bahkan terendam pasir dengan ketinggian empat meter. Bahkan, rumah yang memiliki ketinggian hingga enam meter hanya terlihat atapnya saja.

Musibah tersebut terjadi ketika kawasan perkampungan yang ada di penambangan pasir itu dilalui lahar dingin. Alhasil rumah tertutup lahar, dan kawasan pun gelap gulita serta tak ada lampu penerangan.

"Pada saat kejadian, kampung ini gelap seperti sudah malam. Ada juga sebagian warga yang menyelamatkan diri ada juga yang tidak. Para sesepuh disini diutamakan untuk ikut mobil evakuasi," ujar Heru salah satu warga yang tinggal di Kampung Renteng, Minggu (5/12/2021).

Heru mengatakan, pada saat peristiwa semeru, semua warga banyak yang menyelamatkan diri dan ada juga yang berteriak pada saat kejadian Sabtu (4/12/2021) sore kemarin.

"Semua kebingungan, banyak yang lari ke sana ke sini, teriak-teriak, pokoknya warga kalang kabut. Ada juga sebagian warga  yang membawa hewan peliharaannya, ada juga yang menjemput saudaranya yang waktu itu masih berlindung di dalam rumahnya," ucapnya.

051221_korban-erupsi.psdf41536302de13e65.png

Heru mengatakan, pada waktu itu, histeris warga sangat terdengar, jerit tangis pun di mana-mana, seolah-oleh mereka terkurung di lokasi tanpa adanya lampu penerangan. Selain lahar dingin, abu vulkanik yang semakin deras menghujaninya. "Banyak yang menangis, wanita dan anak-anak yang hendak bersiap-siap untuk mengaji," tandasnya. 

Heru menguraikan, sangat beruntung semua keluarganya berhasil selamat dan memilih mengungsi. Saat ini dirinya memilih untuk tidak tidur dan menjaga situasi dan kondisi bila ada kejadian susulan."Semua keluarga selamat, dan tidak ada satupun mengalami cidera maupun luka," pungkasnya.

Sedangkan informasi yang berhasil dihimpun oleh jatimtimes.com, selain puluhan rumah terendam, ada juga alat berat dan beberapa hewan terendam pasir.  

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Hj. Indah Amperawati mengatakan, pada saat Gunung Semeru mulai erupsi sekitar pukul 14.47 WIB, Sabtu (4/12/2021), warga sudah banyak yang berlarian menyelamatkan diri. 

"Beberapa desa yang terdampak awan panas Gunung Semeru, yakni Kecamatan Pronojiwo meliputi Desa Curah Kobokan dan Desa Supiturang. Serta Kecamatan Candipuro meliputi Desa Sumberwuluh," katanya.

Wakil Bupati Lumajang menyebut ada 1 orang meninggal di kawasan Curah Kobokan. 41 Korban mengalami luka bakar lahar panas, 2 di antaranya ibu hamil yang mengandung usia 8 dan 9 bulan.

"Saat ini mereka dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit untuk perawatan intensif. Rata-rata korban mengalami luka bakar di wajah, tangan, kaki hingga sekujur tubuhnya," imbuhnya.

Topik
erupsi gunung semeruGunung Semeruberita semeruerupsi semerusemeru meletuskampung rentengBerita LumajangBerita Jatim.Kabupaten Lumajang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru