Tahan Banting, 2 Sektor Pajak Ini Naik Setiap Tahun

Dec 04, 2021 15:57

JATIMTIMES – Pendapatan pajak Kabupaten Malang yang jadi pendapatan asli daerah (PAD) berasal dari 10 sektor. Yakni, pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, mineral bukan logam dan batuan (minerba), parkir, air bawah tanah, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan pajak penerangan jalan (PPJ).

Dari 10 sektor pajak tersebut, bila dicermati setiap tahunnya dari 2019-2020 hingga Desember 2021 terdapat dua pajak dengan trend positif. Walau pun secara nominal jumlah pendapatannya, dua sektor pajak ini tentunya masih di bawah PBB, BPHTB, PPJ dan lainnya.

Tapi, dua sektor pajak yang terdiri dari pajak reklame dan pajak air tanah, terbilang sektor tahan banting. Di mana, saat pandemic Covid-19 melanda Indonesia hingga saat ini, dua pajak ini tetap menyetor pendapatan yang terus naik setiap tahunnya.

”Kemarin (2020) sebenarnya seluruh sektor pajak daerah yang kami kelola mengalami surplus.Dari 10 sektor pajak itu, 2 diantaranya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (2019), yaitu pajak reklame dan pajak air tanah,”ucap Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara.

Seperti yang sudah diberitakan, pajak reklame tahun lalu mengalami surplus hingga 24,54 persen. Sebab, dari target yang dipatok Rp 3,3 miliar, hingga akhir tahun 2020 Bapenda Kabupaten Malang mampu merealisasikan pajak reklame mencapai Rp 4.109.821.186 .

Sedangkan di tahun sebelumnya, yakni di tahun 2019 pendapatan pajak reklame hanya mampu finish di angka Rp 4.094.442.471 .

”Pajak reklame mengalami peningkatan pendapatan sekitar Rp 15,3 juta,” terangnya.

Bergeser ke pajak air tanah, tahun 2020 lalu juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Rinciannya, dari target yang dipatok Rp 1.830.000.000, di akhir tahun 2020 Bapenda Kabupaten Malang mampu merealisasi pendapatan pajak air tanah di angka Rp 2.076.971.900 .

”Tahun 2020, pajak air tanah surplus 13,50 persen dari target yang ditentukan,” timpal Made Arya.

Sedangkan data tahun 2019, dari target pajak air tanah yang dipatok Rp 1.620.000.000, hingga akhir tahun penghasilan pajak air tanah terkumpul Rp 1.929.169.675 atau surplus sekitar 19 persen.

”Jika dibandingkan tahun sebelumnya (2019), pajak air tanah mengalami peningkatan pendapatan mencapai Rp 147,8 juta,”ujar Made Arya.

2021, pajak reklame dan pajak air tanah dengan target yang terus meningkat di banding tahun lalu, terlihat di jalur positif. Dengan kenaikan sekitar Rp 2 miliar dari target tahun lalu, posisi pajak reklame per 3 Desember 2021 telah mencapai Rp 4.850.267.853 atau 96,94 persen dari target Rp 5.003.587.000.

Sedang untuk pajak air tanah telah meraup 96,43 persen dari target sebesar Rp 2.100.000.000. Atau tepatnya Rp 2.025.008.911. Hampir mendekati perolehan akhir 2020 lalu.

Topik
Pajak reklamePajak Air Tanahbapenda kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru