Bursa Berjangka Segera Luncurkan Mikro JFX

Dec 03, 2021 22:31
Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang saat pengenalan JFX di pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 37 & 38 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Savana Hotel & Convention (Jumat, 3/12/2021). (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang saat pengenalan JFX di pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 37 & 38 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Savana Hotel & Convention (Jumat, 3/12/2021). (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Investasi di Jakarta Future Exchange (JFX) atau bursa perdagangan berjangka tidak lagi butuh dana besar, puluhan juta rupiah. Karena tidak lama lagi Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) segera meluncurkan Mikro JFX. Mikro JFX ini untuk mewadahi investor bermodal kecil, cukup dengan dana Rp 1 juta.

“Sebentar lagi akan ada mikro JFX. Saat ini masih tahap finalisasi,” kata Dirut JFX Stephanus Paulus Lumintang, saat pengenalan JFX di pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 37 & 38 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Savana Hotel & Convention (Jumat, 3/12/2021).

Dengan Mikro JFX, dana yang harus disiapkan oleh investor tidak lagi Rp 10 juta. “Nanti kalau sudah ada Mikro JFX, bisa Rp 1 juta,” ungkap Stephanus.

Meski dana yang disiapkan terhitung kecil, namun dia tetap mengingatkan kepada para investor untuk selalu bijak dan cerdas dalam mengambil keputusan. “Perlu diingat Market itu kejam. Tuhan memang Maha Penyayang tapi, Market tidak. Market tidak mau tahu,” kata dia.

Namun dia juga memberitahu bahwa Market tidak hanya kejam, tapi juga bisa memberikan kebahagiaan karena bisa memberikan banyak keuntungan. Karena itu, investor harus memahami dengan keputusan yang diambil. 

Investor juga seharusnya tidak mudah tergoda dengan iming-iming adanya kepastian keuntungan. Misal ada penawaran dengan memastikan memberikan keuntungan 20 persen atau 5 persen. Sebab, dalam dunia investasi tidak ada yang pasti.  “Tidak ada yang pasti. Yang pasti hanya kematian,” kata Stephanus.

Kalau pun ada keuntungan yang besar dalam berinvestasi, tentu juga ada potensi kerugian yang besar. “High risk high return,” ujar Stephanus.

Dalam kesempatan itu Stephanus juga menyatakan prospek perdagangan berjangka komoditi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) beberapa tahun ke depan akan semakin cerah. Hal itu  bersamaan dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang makin tinggi serta teredukasinya masyarakat tentang perdagangan tersebut.

Syarat agar perdagangan berjangka komoditi berkembang, yakni semakin tingginya pendapatan serta semakin teredukasinya masyarakat terhadap perdagangan tersebut. “Berkaca pada negara-negara maju, seperti di Amerika Serikat, size atau volume perdagangan berjangka di sana jauh lebih besar. Volume perdagangan berjangka di Amerika Serikat empat kali lebih besar daripada perdagangan saham,” kata Stephanus.

Di Indonesia, tren ke depan diproyeksikan akan seperti itu. Volume perdagangan berjangka komoditi bisa naik signifikan jika Size ekonomi nasional semakin besar dan masyarakat semakin teredukasi.

Bukti bahwa perdagangan berjangka komoditi Indonesia prospektif, kata dia, sudah banyak calon investor asal luar negeri dari negara-negara maju yang berminat dan menjajaki untuk berinvestasi dalam pengelolaan  Bursa Berjangka Jakarta. “Tapi demi NKRI, saya menolaknya,” ungkapnya.

Namun, dia mengingatkan, bagaimana pun yang namanya perdagangan pasti ada risiko. Setiap investasi yang menjanjikan keuntungan yang tinggi, juga berpotensi memunculkan risiko kerugian yang besar.

“Jadi salah ada marketing perusahaan pialang perdagangan berjangka yang menawarkan produk kontrak dengan keuntungan tertentu, jelas salah. Tidak ada kepastian keuntungan dalam investasi perdagangan berjangka,” ucapnya.

Dia juga meyakinkan, dalam komoditi tertentu, harga di JFX menjadi acuan perdagangan di dunia. Komoditi timah di JFX pernah mencatat rekor tertinggi perdagangan timah dunia.

Peneliti JFX, Asep Risman, menambahkan ada beberapa manfaat bursa berjangka, yakni sarana lindung nilai karena memungkinkan pelaku pasar melakukan transfer risiko fluktuasi harga komoditi/aset tertentu melalui perdagangan kontrak berjangka untuk menjamin kepastian dan kelangsungan usaha jangka panjang.

Bursa berjangka juga sarana discovery, tempat bertemunya penjual dan pembeli melalui sistem perdagangan yang terorganisasi, transparan, dan efisien.

Manfaat lainnya, sarana investasi. Akses perdagangan berjangka memungkinkan para investor untuk mendapatkan keuntungan dan perubahan harga.

Menurut dia, aktivitas perdagangan di JFX, yakni multilateral, bilateral, penyaluran amanat luar negeri, pasar fisik, dan syariah.

Produk dalam transaksi bilateral di JFX, yakni forex, index, single stock, loco London, dan komoditi pertambangan. Pasar fisik di JFX, yakni timah, batubara, emas digital, kopi, CPO,  dan kakao.

Topik
Jakarta Future Exchangejfx

Berita Lainnya

Berita

Terbaru