Dinkes Kota Malang Masih Dalami Pemeriksaan Warga yang Alami Kebutaan setelah Divaksin

Dec 03, 2021 09:19
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kejadian yang dialami  warga Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, bernama Joko Santoso cukup menyita perhatian publik. Pria berusia 38 tahun tersebut diduga mengalami kehilangan indera penglihatan atau kebutaan pasca-menjalani vaksinasi covid-19 jenis AstraZeneca pada 3 September 2021 lalu.

Dalam hal ini, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang membenarkan adanya kejadian itu. Dinkes  juga telah memberikan pendampingan pemeriksaan lanjutan. Namun, hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah hal yang dialami Joko tersebut merupakan kejadian ikut pasca-imunisasi (KIPI).

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, bantuan pendampingan bagi Joko sejak awal pelaporan dari pihak keluarga, lurah, dan camat telah dilakukan. Namun, ia belum dapat memastikan penyakit yang diderita Joko merupakan KIPI atau tidak.

"Kami masih mendalami. Pemeriksaan terus berlanjut dan kondisinya sudah lebih membaik. Vaksinasinya tanggal 3 September," kata Husnul.

Husnul menyebut, dalam pemeriksaan lanjutan ini, direncanakan Joko bakal melakukan kontrol di salah satu rumah sakit di Kota Malang dalam waktu dekat. Dinkes  juga akan memberikan pendampingan dan pemantauan pemeriksaan.

"Dinas Kesehatan sudah mendampingi yang bersangkutan. Rencana nanti tanggal 10  (Desember) akan dilakukan kontrol di RSSA dan kita akan dampingi," ungkapnya.

Mantan direktur RSUD Kota Malang itu mengaku kasus yang dialami Joko terbilang baru. Sehingga untuk menetapkan diagnosis kebutaan akibat vaksinasi juga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sebab, selama ini,  terkait vaksinasi dengan dosis AstraZeneca yang ada di Kota Malang, Dinkes Kota Malang hanya menerima laporan KIPI mayoritas seperti demam, mual, dan kepala pusing.

"Karena KIPI setiap orang bisa berbeda gejalanya. KIPI biasanya ada, tapi ringan. Hanya demam," ungkap Husnul.

Meski demikian, vaksinasi dengan dosis AstraZeneca hingga saat ini masih digunakan mengingat terhadap kejadian Joko, akan dilakukan analisis lebih lanjut. Dalam hal ini, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi penyebab utama dari vaksin.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan karena vaksin AstraZeneca juga terus disuntikkan ke masyarakat untuk dosis satu dan dua," tandasnya.

Sebagai informasi, dari pengakuan Joko, dirinya sempat merasakan gejala KIPI pasca-menjalani vaksinasi, seperti mual, kepala pusing dan demam dua jam.

Namun, matanya mulai kabur  menjelang malam malam hari sekita pukul 18.00 disertai kepala pusing yang mendera sejak siang hari. 

Matanya terasa gelap pada keesokan harinya. Sehari setelahnya, Joko  dilarikan ke RS. Dia dibantu oleh ketua RW untuk dirujuk ke RS Refa Husada sebagai penanggung jawab vaksinasi.

Namun karena alat medis yang terbatas, Joko dirujuk ke UGD Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan hingga kini masih terus jalani pemeriksaan lanjutan.

Topik
Sswa dilecehkan perangkat desaVaksinasi Covid 19Dinkes Kota MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru