90 Persen Mahasiswa Tervaksinasi, Kampus di Malang Mulai Terapkan Tatap Muka

Dec 02, 2021 19:54
Wakil Rektor III Unidha, Sigit Budi Santoso SH, MH (baju batik) saat melakukan pemantauan kegiatan vaksin (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wakil Rektor III Unidha, Sigit Budi Santoso SH, MH (baju batik) saat melakukan pemantauan kegiatan vaksin (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang kini melakukan ujicoba Perkuliahan Tatap Muka Terbatas (PTMT). Hal ini dilakukan setelah 90 persen mahasiswanya telah mendapatkan vaksinasi hingga dosis kedua.

Dalam ujicoba yang dilakukan, hanya 2 kelas dari setiap program studi yang bisa memulai perkuliahan tatap muka tersebut. Jumlahnya pun tak banyak, maksimal 25 orang di setiap kelasnya.

Wakil Rektor III Unidha, Sigit Budi Santoso SH, MH menerangkan, pihaknya saat ini memang sudah menerapkan uji coba perkuliahan terbatas. Akan tetapi tidak semua mahasiswa. Mereka yang mengikuti PTMT hanya sebesar 20 persen.

"Nantinya, terus dilakukan evaluasi. Termasuk vaksin hari ini (2/12/2021) sebagai lanjutan dari vaksin yang pertama. Ini sebagai pendukung pelaksanaan perkuliahan tatap muka terbatas," ungkap pria yang juga pakar Hukum Ahli Pidana ini (2/12/2021).

Mereka yang mengikuti PTMT, tentunya mahasiswa yang saat ini telah berada di Malang. Selain itu, untuk bisa mengikuti PTMT, harus menunjukkan sertifikat vaksin sebagai bukti telah melakukan vaksinasi. 

"Bagi mereka yang belum bisa kesini, tetap kita imbau untuk melakukan perkuliahan daring. Tapi kita juga tidak memaksa, kalau memang belum bisa kesini, alasannya apa yang penting jelas," tuturnya saat ditemui dalam kegiatan vaksinasi dosis kedua.

Pihaknya menegaskan, dalam pelaksanaan PTMT terus dipantau. Diharapkan dalam pelaksanaan nantinya berjalan aman dan tidak ada kendala, sehingga bisa saja kuantitasnya mereka yang mengikuti PTMT akan ditambah.

"Semoga tetap aman dan lancar dan tidak ada kendala. Kami memang tidak mau ambil resiko. Karena itu, di kelas jumlahnya tidak lebih dari 25 orang. Jika, lancar bisa ditambah lagi," paparnya.

Sementara itu, 10 persen sisa mahasiswa yang belum tervaksin, menurut Sigit sebagian juga sudah melakukan vaksinasi di lokasi atau tempat tinggal asal. Akan tetapi, saat ini pihaknya belum memperoleh data pasti terkait para mahasiswa yang saat ini tengah berada ditempat asalnya.

"Tapi saya kira sudahlah (vaksin) ditempat masing-masing," jelas Sigit.

Sementara itu, dalam kegiatan vaksinasi dosis kedua hari ini, pihak kampus kembali menyiapkan 1000 dosis vaksin. Dosis tersebut bukan hanya untuk para mahasiswa, akan tetapi juga untuk masyarakat umum sekitar kampus. 40 dosis diantaranya jenis Sinovac, sementara sisanya jenis astra zeneca.

Topik
Vaksinasidr romantickuliah tatap mukaKota MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru