Kasus Pengaturan Skor di Liga 3, Saksi Didampingi LPSK

Dec 01, 2021 20:34
Zha Eka Wulandari dengan wajah lebam karena dugaan tabrak lari. (foto: istimewa)
Zha Eka Wulandari dengan wajah lebam karena dugaan tabrak lari. (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Kasus dugaan tabrak lari yang dialami saksi dugaan mafia bola di Liga 3 Jatim, Zha Eka Wulandari, terus bergulir. Bahkan kasus tersebut kini juga melibatkan sejumlah institusi.

Terkini, tersiar kabar bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan terjun langsung mengawal Zha. Namun, Zha sendiri mengaku masih belum tahu kabar bahwa LPSK akan membantu dirinya dalam pengungkapan kasus ini. “Saya belum tahu. Belum ada kabar terkait hal itu,” ujar Zha.

Zha yang mengaku sempat terjatuh dari sepeda motornya bersama suami, Awaludin, karena insiden tabrak lari, sejak Kamis (25/11/2021) belum pernah ke luar rumah. Ia mengaku bukan karena trauma atas kejadian tersebut, melainkan khawatir.

“Belum (pernah keluar rumah). Bukan karena trauma, tapi cuma waspada saja. Jadi ,saya di rumah saja lebih berhati-hati,” ungkap Zha.

Karena itu, Zha mengaku lebih semangat untuk mengungkap kasus ini dengan adanya beberapa peristiwa yang dialaminya sejak melaporkan dugaan mafia bola ini kepada Komdis PSSI Jatim. Bahkan dia siap untuk melanjutkan kasus yang membuat persepakbolaan nasional terkena imbasnya itu.

“Saya malah semangat loh. Jadi, dengan adanya ini, semakin ada bukti bahwa dugaan permainan itu benar adanya,” ujar Zha.

Saat ini, Zha mengaku rumahnya masih dijaga oleh sejumlah anggota polisi. Dia merinci total ada empat personel polisi menjaga di sekitar rumahnya di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

“Jadi shift-shift-an jaganya. Dua jaga gantian dua lagi personel yang jaga. Merasa aman sih adanya polisi itu,” imbuh Zha.

Sementara itu, Polda Jatim pun, kata Zha, telah memintainya keterangan terhadapnya. Pada Jumat (26/11/2021) lalu Zha diperiksa mulai dari pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB subuh Sabtu (27/11/2021).

“Lama diperiksanya waktu itu. Habis visum, saya langsung diperiksa sekitar jam 20.00 sampai jam 04.00,” ungkap Zha.

Saat itu, Zha mengaku menjawab sejumlah pertanyaan polisi sesuai yang diungkapkan sebelumnya, baik itu laporan ke Komdis PSSI Jatim maupun kepada media massa. “Sama persis  ya yang di media sama laporan awal dulu,” tutup bendahara Gestra Paranane FA itu.

Zha sendiri melaporkan dugaan pengaturan skor ini karena timnya, Gestra Paranane FA, diminta mengalah di grup B Liga 3 Jatim 2021.

Topik
Rizky DwiLiga 3 JatimLembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

Berita Lainnya

Berita

Terbaru