TOP, Strategi Dinkes Kota Malang Tanggulangi HIV/AIDS

Dec 01, 2021 10:59
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menanggulangi HIV/AIDS terus digencarkan. Terlebih, para penderita mayoritas merupakan usia produktif.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, pasien yang melakukan pengobatan HIV/AIDS di wilayah Kota Malang sekitar 560. Dari jumlah tersebut, 10 persennya atau sekitar 56 pasien merupakan warga asli Kota Malang dengan rentang usia 15 sampai 59 tahun.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan, beberapa strategi dilakukan guna menanggulangi HIV/AIDS. Salah satunya melalui TOP, yakni Temukan, Obati dan Pertahankan. Dalam penanganannya melalui 16 Puskesmas yang ada di Kota Malang. 

Dijelaskan Husnul, Temukan ini berkaitan dengan bagaimana menemukan pasien baru. Dalam hal ini keterlibatan LSM dikuatkan guna membantu proses ini.

"Kita kan sudah punya strategi, TOP. Temukan, jadi bagaimana menemukan ini. Kita punya beberapa LSM mitra seperti IGAMA (Ikatan Gaya Malang),  kemudian komunitas narkoba suntik AIDIO itu yang membantu kita menemukan," ujarnya.

Kemudian, melalui fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes). Dalam hal ini Puskesmas-puskesmas ikut juga dalam menemukan pasien yang berisiko. Kemudian, melakukan konseling dan tes dengan RDT (Rapid Diagnostic Test).

"Sebelum itu dilakukan konseling yang namanya, VCT (voluntery conseling and testing). Nah, masing-masing puskesmas sudah punya ruangan VCT maupun konselornya. Sehingga ada VCT, konseling ok, maka diikutkan testing," jelasnya.

Jika positif HIV/AIDS maka dilakukan pengobatan. Ini bagian dari mempertahankan dalam strategi TOP. Setiap penderita akan menjalani pengobatan terus menerus selama hidupnya dengan mengonsumsi Antiretroviral (ARV).

"Kalau sudah temukan, kemudian konseling, dites hasilnya positif maka diobati. Pengobatannya ada di puskesmas, setelah diobati pertahankan. Karena obat HIV/AIDS ARV itu akan berlangsung terus pengobatannya," pungkas Husnul Muarif.

Topik
habib zeinHusnul MuarifDinkes Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru