Tekan Stunting, Pemkot Batu Luncurkan Pos Gizi Penanganan Stunting

Nov 30, 2021 20:13
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari, Ketua TP PKK Kota Batu Wibi Punjul Santoso saat me-launching buku panduan POZTING di Klub Bunga Resort Batu, Selasa (30/11/2021).
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari, Ketua TP PKK Kota Batu Wibi Punjul Santoso saat me-launching buku panduan POZTING di Klub Bunga Resort Batu, Selasa (30/11/2021).

JATIMTIMES - Beragam upaya dilakukan Pemkot Batu untuk menurunkan angka stunting pada balita.  Salah satunya,  dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57, Pemkot Batu me-launching (meluncurkan) Pos Gizi Penanganan Stunting (Pozting) di Klub Bunga Resort Batu, Selasa (30/11/2021).

“Hari ini kita me-launching Program Pos Gizi Penanganan Stunting atau Pozting yang merupakan strategi penanganan stunting di Kota Batu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari.

Pozting  bakal ditempatkan di setiap desa atau kelurahan. Pos tersebut akan melayani masyarakat. “Kami juga memiliki identitas anak stunting. Jadi, bila sungkan ke RS, bisa datang ke pos tersebut,” tambah Kartika.

Dalam Pozting, akan ada edukasi cara memberi makan, terutama kepada anak yang sulit makan. Dinkes Batu akan membuat program selama tujuh hari untuk pemberian makanan yang sudah dihitung jumlah kalori dan hal lainnya.

“Teknisnya seperti community feeding centre. Jadi di RW atau desa yang ada anak stunting, kita akan buat program itu. Jadi, ini benar-benar per anak untuk dapat memantau perkembangannya,” ujar Kartika.

Tidak hanya itu. Ini juga sekaligus me-launching buku panduan Pozting  pertama yang dapat digunakan desa/kelurahan dan pelaku usaha sebagai upaya pengentasan stunting di Kota Batu.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi pengabdian, tugas dan layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, serta evaluasi dan introspeksi terhadap kinerja dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan, penanganan stunting masih menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Batu. Punjul juga memberikan apresiasi kepada Dinkes yang telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting.

“Untuk mencegah stunting, Dinkes telah melakukan banyak hal. Mulai dari pendampingan ibu hamil, pemberian makanan tambahan ibu hamil dan imunisasi lengkap pada bayi,” ucap Punjul.

Dalam kesempatan ini,  ada pemberian penghargaan kepada mitra Dinas Kesehatan dalam penanganan covid-19 serta penghargaan kepada desa Tlekung atas keterlibatannya dalam layanan STBM. Juga Desa Oro-oro Ombo atas partisipasinya dalam memberikan layanan pertolongan persalinan terbanyak di masa pandemi.

Topik
pencegahan stuntingPemkot BatuBayi gizi burukberita kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru