Angka Stunting Balita di Kota Batu 1.451 Bayi, 2022 Pemkot Siap Turunkan 20 Persen

Nov 30, 2021 19:33
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari saat memberikan penghargaan saat Hari Kesehatan Nasional di Club Bunga, Selasa (30/11/2021). (Foto: istimewa)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari saat memberikan penghargaan saat Hari Kesehatan Nasional di Club Bunga, Selasa (30/11/2021). (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Angka stunting  bayi di bawah lima tahun (balita) mencapai 1.451 bayi di Kota Batu. Karena itu, Pemkot Batu memiliki pekerjaan rumah untuk menurunkan angka tersebut sebanyak 20 persen pada  2022 mendatang.

Ya dari 9.766 bayi di Kota Batu, 1.451  mengalami stunting. Meski demikian, jumlah tersebut lebih rendah dari data Dinas Kesehatan Kota Batu pada tahun sebelum-sebelumnya.

“Angka prevalensi stunting turun dari tahun ke tahun. Pada 2019, angka prevalensi sebesar 25.4 persen, pada 2020 menjadi 14.83 persen dan pada 2021 menjadi 13.8 persen,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), Selasa (30/11/2021) di Club Bunga.

Penyebab masih tingginya stunting di Kota Batu yakni kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai langkah-langkah pemenuhan gizi yang tepat. Disebutkan bahwa banyak calon pengantin yang anemia.

“Itu sesuai dari data WHO. Hampir 33 persen calon pengantin anemia, setelah menikah, makanannya kurang gizi sehingga anaknya stunting,” tambah Punjul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari menambahkan, stunting bisa disembuhkan jika intervensinya dilakukan sejak awal. Tapi jika terlambat, kecil kemungkinan anak stunting bisa disembuhkan.

“Stunting itu bisa diintervensi jika dideteksi awal. Kalau sudah terlanjur, kecil kemungkinan dia bisa diintervensi meskipun masih memungkinkan dengan olahraga atau yang lainnya,” ucap Kartika.

Kartika menambahkan, ketika pertumbuhan anak tidak mengalami perubahan selama tiga bulan berturut-turut, maka harus diwaspadai. Apalagi, masa anak adalah masa yang penting untuk proses pertumbuhan.

Keseimbangan gizi merupakan hal yang penting didapatkan anak agar tumbuh kembang bisa maksimal. “Anak butuh asupan yang sesuai. Tidak hanya dari satu jenis. Semua harus berimbang, termasuk pola asuh,” tutup Kartika.

Topik
Bayi gizi burukDBLPemkot BatuBerita Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru