217 Bencana Terjadi Hingga November, Nilai Kerusakan Hampir Rp 300 Miliar

Nov 29, 2021 17:51
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada 217 bencana yang terjadi sejak Januari hingga November 2021 ini. Ratusan bencana yang terjadi dalam kurun waktu hampir 1 tahun itu mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 2.419.000.000. 

Kerugian tersebut berasal dari sejumlah rumah ataupun fasilitas umum yang rusak akibat bencana yang terjadi. Sementara 217 bencana yang terjadi tersebut rinciannya adalah angin kencang terjadi 34 kali, banjir 19 kali, gempa bumi 52 kali, pohon tumbang 12 kali dan longsor terjadi sebanyak 100 kali. 

"Kerugian sebesar itu belum termasuk kerugian yang diakibatkan gempa bumi pada bulan April lalu. Kalau itu ada perhitungannya sendiri," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Senin (29/11/2021) siang. 

Dari catatannya, akibat gempa yang menyebabkan ribuan rumah rusak tersebut, nilai kerusakan yang terjadi mencapai Rp 252.150.500.000. Dengan nilai kerugian mencapai Rp 40.524.187.500. 

"Itu kajian khusus sektor perumahan yang rusak akibat gempa pada April lalu," kata Sadono.

Sehingga jika ditotal, nilai kerugian dan kerusakan yang disebabkan bencana yang terjadi selama tahun 2021 di Kabupaten Malang ini mencapai Rp 295.093.687.500.

Berdasarkan catatannya, dari total sebanyak 33 kecamatan di Kabupaten Malang, wilayah yang paling sering terjadi bencana adalah Kecamatan Ngantang. Di mana hingga menjelang penghujung tahun 2021 ini, ada sebanyak 25 bencana telah terjadi. 

"Yang paling banyak kalau di Ngantang itu longsor, terjadi 17 kali. Lainnya pohon tumbang, angin kencang dan banjir. Jumlah kejadian longsornya sama seperti di Pujon. Terjadi 17 kali dalam waktu hampir satu tahun," terang Sadono.

291121_217-bencana.psd-18da82de235e860df.png

Menurut Sadono, jumlah tersebut termasuk menjadi yang tertinggi yang tercatat di BPBD Kabupaten Malang sepanjang sejarah. Sadono menyebut, hal itu salah satunya tentu dipengaruhi oleh faktor dan iklim yang terjadi saat ini. Selain itu, menurutnya, banyaknya kejadian bencana yang tercatat, kemungkinan juga karena sistem informasi kebencanaan BPBD yang sudah mulai dapat diterima di seluruh wilayah. 

"Dan pos lapang kami karena sudah beberapa tahun berjalan mulai dipahami oleh wilayah atau desa. Sehingga pelaporan dan penanganan lebih cepat. Selain memang kondisi iklim di 2021 ini, dengan adanya La Nina di awal tahun dan akhir tahun ini berdampak terhadap beberapa kejadian bencana," terang Sadono. 

Dari koordinasi yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca seperti ini diprediksi bakal terjadi hingga awal tahun 2022 mendatang. 

"Puncak di bulan Januari dan Februari," imbuh Sadono. 

Jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu, jumlah bencana yang terjadi adalah sebanyak 151 kali. Namun bencana yang mendominasi masih bencana tanah longsor. Dengan rincian 60 kejadian pada tahun 2020, dan sebanyak 100 bencana tanah longsor yang terjadi tahun 2021. 

Topik
Gempa BumiTanah LongsorRawan Bencana AlamKabupaten MalangBPBD Kabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru