Hadapi Tantangan di Era Disrupsi, Unikama Helat Workshop Strategi Pengembangan Renstra

Nov 29, 2021 16:59
Workshop Strategi Pengembangan Renstra Perguruan Tinggi Untuk Menjawab Tantangan Era Disrupsi(Ist)
Workshop Strategi Pengembangan Renstra Perguruan Tinggi Untuk Menjawab Tantangan Era Disrupsi(Ist)

JATIMTIMES - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus melangkah maju sebagai kampus unggulan. Upaya melakukan peningkatan dan pengembangan guna menghadapi situasi perubahan pada berbagai aspek pun terus dilakukan. 

Perubahan pada aspek pandangan kehidupan masyarakat lokal ke masyarakat global, kohesi sosial ke partisipasi demokratis hingga perkembangan ekonomi dan sumberdaya manusia, menjadi hal yang perlu disikapi oleh perguruan tinggi.

Menindaklanjuti itu, Unikama menggelar workshop "Strategi Pengembangan Rencana Strategis (Renstra) Perguruan Tinggi untuk menjawab tantangan di Era Disrupsi", Senin (29/11/2021).

Dr Sudiyono MPd, Direktur Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Unikama menjelaskan, tentunya hal ini sangatlah penting dilakukan. Workshop ini menjadi  bahan untuk melihat bagaimana Renstra benar-benar strategis untuk menghadapi perubahan ke depan.

1

"Apa perlu diperbaiki atau disesuaikan, atau sudah mengantisipasi pada perkembangan yang dilalui perguruan tinggi. Internal kiranya bisa memperoleh catatan penting sesuai dengan penangkapan masing-masing dalam kegiatan ini," tuturnya.

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian MSi menjelaskan, ke depan lulusan juga akan semakin dinamis. Bonus demografi mengharuskan perguruan tinggi menyiapkan tenaga kerja yang produktif dan adaptif.

Dengan sistem yang sistemik dan adaptif, teori manajemen pengembangan organisasi sendiri, mengharuskan bisa survive dan kompetitif. 

2

"Kami merasakan sudah survive walaupun dengan berbagai tantangan yang ada. Apalagi di Malang banyak perguruan tinggi besar. Meskipun begitu, kami terus berupaya untuk bagaimana survive dan kompetitif dan bisa menjadi leading," tuturnya.

Lanjut Pieter, dengan peninjauan kembali Renstra yang telah 10 tahun ini, diharapkan kian mempunyai nilai antisipatif dan Adaptif. Ke depan pihaknya juga berharap perguruan tinggi PGRI dapat berkontribusi dalam pencapaian rentstra yang sejalan dengan Resntra Dirjen Dikti.

"Tentunya (Renstra) tak lepas dari nilai Organisasi PGRI," tuturnya.

Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof Unifah Rosyidi, menyambut baik apa yang dilakukan kampus Multikultural ini. Pihaknya mengapresiasi Unikama melakukan revitalisasi Renstra tidak sepihak, akan tetapi turut mengajak unsur institusi pendidikan lain di bawah PGRI.

3

Renstra pada umumnya dianggap sebagai dapur kampus, tetapi apa yang dilakukan Unikama merupakan suatu sikap keterbukaan menyikapi perubahan yang penuh dengan gonjang ganjing. Sikap ini merupakan sikap yang bagus untuk upaya pengembangan dan menghadapi perubahan.

"Saya senang, Unikama merevitalisasi Renstra tidak sepihak, tapi mengajak kawan PGRI ini sikap keterbukaan luar biasa untuk saling belajar," tuturnya.

Saat ini, perguruan tinggi di bawah PGRI, tentunya perlu untuk memforcas (meramalkan) perubahan dan apa yang yang perlu dikembangkan oleh kampus selama lima tahun ke depan. Perlu dilakukan penataan ulang untuk semakin mengembangkan suatu organisasi atau sebuah institusi.

"Renstra meredefinisi arah fokus kampus. Perlu bersatu menyatukan arah langkah dan pikiran. Akses teknologi juga harus dipahami. Kita tetap harus gunakan teknologi, Dosen harus aware sehingga bisa lebih maju," pungkasnya.

Sementara itu, dalam Workshop Strategi Pengembangan Renstra Perguruan Tinggi Untuk Menjawab Tantangan Era Disrupsi, hadir sebagai pemateri, Prof Ir Nizam MSc PhD IPM ASEAN Eng Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek) dan Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo, IPU, Ketua umum Asosiasi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia.

Topik
Kegiatan istighotsahUnikamaRektor Unikamapembakaran mobilBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru