Gempur Rokok Ilegal, Pemkot Malang Ajak Masyarakat Sinau Cukai dan Ngaji Bareng

Nov 29, 2021 15:41
Suasana sinau cukai dan ngaji bareng oleh Pemkot Malang dan Bea Cukai Type Madya Kota Malang (foto: Diskominfo Kota Malang for JatimTIMES)
Suasana sinau cukai dan ngaji bareng oleh Pemkot Malang dan Bea Cukai Type Madya Kota Malang (foto: Diskominfo Kota Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerjasama dengan Kantor Pengawasan dan Pengendalian Bea Cukai Tipe Madya Kota Malang menggelar agenda Sinau Cukai dan Ngaji Bareng di Graha Polinema, Senin (29/11/21).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso dalam sambutannya mengajak masyarakat dari lima kecamatan yang hadir sebagai peserta sosialisasi untuk bersama-sama mencegah peredaran dan konsumsi rokok ilegal di Kota Malang. 

291121_gempur-rokok-ilegal.psd-11782ff9b0252106f.png

Menurutnya, peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara namun juga membahayakan masyarakat karena kandungan di dalamnya secara kesehatan dan legalitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso (foto: Diskominfo Kota Malang for JatimTIMES)

“Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang kita terima tentunya dapat dimanfaatkan untuk iuran BPJS, bantuan modal dan pelatihan keterampilan buruh, Bantuan Langsung Tunai hingga sosialisasi seperti hari ini,” terang Erik tentang manfaat yang diterima dari cukai rokok.

Sejauh ini, Kota Malang memperoleh alokasi DBHCHT senilai Rp 30,367 miliar pada tahun 2021.  Seluruhnya telah dialokasikan pada tiga bidang sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020 yakni Bidang Kesehatan 25 persen, Bidang Penegakan Hukum 25 persen dan Bidang Kesejahteraan Masyarakat 50 persen.

Gunawan Tri Wibowo, Kepala Kantor Bea Cukai Kota Malang (foto: Diskominfo Kota Malang for JatimTIMES)

Sementara itu, Gunawan Tri Wibowo, Kepala Kantor Bea Cukai Kota Malang menerangkan bahwa triliunan dana cukai yang diterima negara telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat termasuk pada pembiayaan infrastruktur seperti jembatan dan jalan. Inilah yang mendorong pemerintah melalui Bea Cukai menggencarkan Gerakan "Gempur Rokok Ilegal" bekerjasama dengan Pemerintah Daerah. 

“Kami menempuh langkah preventif dan represif.  Preventif antara lain dengan sosialisasi, operasi sobo pasar, dan pembinaan industri. Sedangkan represif dengan pengumpulan informasi via aplikasi SIROLEG dan penindakan,” ujar Gunawan.

Menariknya, acara sosialisasi tersebut dihangatkan dengan hadirnya KH M Anas Fauzi An Nachrowi atau yang viral dikenal sebagai Ustad Anas. 

Pemateri ngaji bareng dan sinau cukai, KH M Anas Fauzi An Nachrowi (foto: Diskominfo Kota Malang for JatimTIMES)

Ustad Anas dalam tausiahnya mengingatkan masyarakat bahwa apa saja yang namanya ilegal, termasuk rokok ilegal tentu membawa mudharat. Dan hal tersebut tentu menyalahi, baik di mata hukum agama maupun hukum negara.

“Saya mengajak, marilah kita tinggalkan yang ilegal-ilegal itu demi kebaikan kita bersama dan Kota Malang,” pesan Anas.

Pada momen sosialisasi ini turut dikenalkan sejumlah ciri-ciri rokok ilegal, antara lain yakni rokok yang menggunakan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai yang berbeda antara nama perusahaan dengan produk, pita cukai bekas yang biasanya ada sobekan, berkerut atau kusut, dan rokok polos tanpa pita cukai.

Topik
Gempur Rokok Ilegalmanfaat dbhchtBea Cukai MalangDiskominfo Kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru