Bangkitan Perkonomian, Himpunan Pengusaha Nahdliyin Usung Konsep 100 Persen Indonesia

Nov 28, 2021 16:41
Pengusaha Nahdliyin Jawa Timur yang juga Panitia Pengarah dalam Muskerwil II HPN Jatim, Joni Sujadmoko (Foto: Istimewa)
Pengusaha Nahdliyin Jawa Timur yang juga Panitia Pengarah dalam Muskerwil II HPN Jatim, Joni Sujadmoko (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) terus berupaya memacu peningkatan perekonomian bangsa. Hal tersebut dilakukan salah satunya dengan menerapkan konsep dan membuat kawasan 100 persen Indonesia. 

Salah satu pengusaha Nahdliyin Jawa Timur, akan merealisasikan Kawasan 100 persen Indonesia itu di wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso. Di sana, diproyeksikan lahan seluas 12 hektare yang telah disiapkan untuk merealisasikan Kawasan 100 Persen Indonesia.

Pengusaha Nahdliyin Jawa Timur yang juga Panitia Pengarah dalam Muskerwil II HPN Jatim, Joni Sujadmoko, menyampaikan, jika hal ini selaras dan menindaklanjuti program yang dicanangkan Presiden Bangga dengan membeli produk Indonesia

"Lahan 12 hektare, dan existing sekarang sudah dibangun cafe yang banyak disambut oleh masyarakat ," jelas pria yang juga dosen Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Pada kawasan tersebut, nantinya akan mengarah pada Town Square yang mana semua produk merupakan produk lokal, bukan hanya lokal Malang, tetapi juga produk seluruh Indonesia. Di sana nantinya akan ada banyak hal, mulai dari perkantoran, kuliner, town square, oleh-oleh pasar sayur, swalayan, tempat olahraga, wisata edukasi, pertanian, wisata dan yang lainnya.

"Dari Indonesia untuk Indonesia. Karena lokasi di Malang maka, proporsi untuk Malang lebih besar produknya," tuturnya.

Ide ini, diharapkan bisa berkembang lebih dulu di Jawa Timur. HPN berkomitmen untuk bergerak dan mendorong masing-masing HPN di kabupaten maupun kota untuk juga membuat Kawasan 100 Persen Indonesia.

Meskipun dalam prosesnya tentu tidak mudah, HPN tetap berkomitmen untuk itu. Pihaknya juga berharap pemerintah turut berperan serta dalam merealisasikan konsep ini. Sebab, proyek ini nanti akan menyerap banyak tenaga kerja dan berimbas pada berbagai sektor lain.

"Alangkah senangnya jika pemerintah memberikan stimulus bantuan 0 persen bunga selama 5 tahun. Entah itu dari CSR mana. Untuk membangun kawasan ini serahkan saja kepada swasta. Kami di sini memulai ya, jadi mungkin tidak mudah. Mungkin kami diberi tenan, tahun pertama tidak dulu, baru tahun kedua dan seterusnya 25 persen sampai tahun kelima. Itu kita mampu. Kami juga tidak mau diberi gratis, tapi kami mengembalikan," tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan, jika produk Indonesia harus didukung dengan mencintai dan membeli produk sendiri. Menurutnya, hal ini akan membuat geliat lapangan pekerjaan padat dengan tenaga kerja. Sebab, jika melakukan impor, tentunya malah akan membuat sedikit lapangan pekerjaan. 

Menurutnya, bidang produksi akan berpengaruh untuk menciptakan lapangan pekerjaan. "Ada room materialnya dan sebagainya. Kalau cuma dagang, kan sedikit lapangan pekerjaannya. Kalau impor yang penting-penting saja, yang tidak ada disini saja," paparnya.

Nahdliyin sebagai kaum yang besar, pihaknya juga berharap, agar nantinya para ulama untuk menyampaikan kepada para santri maupun warga Nahdliyin untuk membeli produk Indonesia. Hal ini juga sebagai upaya menyelamatkan Indonesia dan membuat Indonesia lebih kaya.

Topik
Kabupaten Malanganis matacinta produk indonesiaUniversitas Islam MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru