Menteri BUMN RI Erick Thohir Tutup 70 Perusahaan yang Tidak Efisien

Nov 28, 2021 12:44
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir saat ditemui awak media seusai meninjau kandang sapi digital di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (27/11/2021). (Foto: Riski Wijaya/JatimTIMES)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir saat ditemui awak media seusai meninjau kandang sapi digital di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (27/11/2021). (Foto: Riski Wijaya/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir telah menutup 70 perusahaan BUMN yang ada di Indonesia karena dinilai tidak efisien dan dilihat dari segi sirkulasi finansialnya sudah tidak sehat. 

Hal itu disampaikan Erick di hadapan peserta seminar "Globalization and Digitalization: Strategi BUMN Pasca Pandemi" yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) di Gedung Widyaloka UB. 

"Kita sekarang terus menutup BUMN yang tidak efisien, kita sudah menutup 70 BUMN,  dan itu (penutupan) akan kita terus lakukan," ungkap Erick kepada peserta saat sesi tanya jawab, Sabtu (27/11/2021). 

Selain itu, Erick yang dikenal dengan kesuksesannya dalam menyelenggarakan Asian Games 2018 sebagai Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) ini juga berencana akan menjual perusahaan BUMN yang memiliki penghasilan di bawah Rp 50 miliar. 

"Akan (ada rencana) ekstrem ke depan, saya sudah ada statemen, tinggal dukungan politik dari DPR saja, bahwa BUMN yang (penghasilannya) Rp 50 miliaran (kebawah) dijual saja," ujar Erick. 

Menurutnya, pihaknya akan mempersiapkan deretan BUMN dengan penghasilan tinggi, untuk menjadi kapal induk dalam "perang" menghadapi serbuan perusahaan asing. 

Hal itu juga untuk mengendalikan perekonomian Indonesia. Erick menuturkan, bahwa 1/3 perekonomian Indonesia di bawah tanggungjawab dari Kementerian BUMN RI. 

Lebih lanjut, demi mewujudkan kestabilan perekonomian Indonesia, pihaknya berharap agar di Indonesia hanya terdapat perusahaan BUMN yang kokoh dan sehat, serta mampu menjadi penyeimbang perekonomian Indonesia. 

Selain itu, pihaknya juga berkeinginan agar perusahaan BUMN dapat Go International. Di mana, Erick juga sudah berencana akan membuka cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) di Dubai dan Saudi Arabia. 

"Kalau hal itu bisa kita lakukan, maka kita tidak hanya defensif aja, tapi kita juga harus menggerogoti market negara asing, karena kita punya kekuatan. Jangan terbalik, market kita kecil, asing datang ke sini menggerogoti market kita," tegas Erick. 

Sementara itu, Erick memastikan meskipun dilakukan penutupan dan rencana penjualan perusahaan BUMN yang tidak sehat serta berpenghasilan di bawah Rp 50 miliar, hal itu tidak berpengaruh pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawan perusahaan BUMN terkait. 

Terlebih lagi saat ini pandemi Covid-19 masih ada di Indonesia dan tidak ada pihak yang dapat mengetahui kapan pandemi Covid-19 hilang.

"Pada kondisi pandemi seperti ini banyak yang melepas tenaga kerja, tapi BUMN tidak melepas tenaga kerja. Kita tidak akan mengurangi tenaga kerjanya, kia akan konsolidasi pegawainya," pungkas Erick. 

Topik
Menteri BUMNerick thohir

Berita Lainnya

Berita

Terbaru